Kamis 29 September 2022, 11:15 WIB

Ini Lima Pantangan dalam Budaya Jawa yang Ditampilkan di Film Jagat Arwah

Basuki Eka Purnama | Hiburan
Ini Lima Pantangan dalam Budaya Jawa yang Ditampilkan di Film Jagat Arwah

Instagram @jagatarwah
Poster film Jagat Arwah

 

FILM Jagat Arwah menawarkan atmosfer klenik yang diberi sentuhan fantasi dan menyiratkan beberapa pantangan yang bila diabaikan konon dapat menyebabkan malapetaka.

Baca juga: Trailer Perdana Jagat Arwah Tampilkan Horor dan Fantasi

Apa saja lima pantangan dalam budaya Jawa yang tersirat dalam film Jagat Arwah? Berikut daftarnya, dikutip dari siaran resmi Visinema, Kamis (29/8).

Ora Rukun Marang Wong Tuo (tidak rukun dengan orangtua)

Hubungan Raga (Ari Irham) dengan ayahnya, Sukmo (Kiki Narendra) digambarkan penuh ketegangan dan tidak harmonis. Keduanya memiliki masalah komunikasi yang fatal hingga ciptakan perang dingin selama bertahun-tahun.

Mengacu pada salah satu mitos di Jawa, apabila sang anak mengabaikan kondisi yang buruk dengan orangtuanya, ia berpeluang mendapatkan masalah di masa mendatang.

Mangan Ndisiki Wong Tuo (makan mendahului orangtua)

Masih seputar hubungan Raga dan sang Ayah, orang-orang Jawa juga sangat mementingkan etika bahkan sampai di ranah dapur. Mereka percaya makan mendahului orangtua juga miliki konsekuensi tersendiri.

Keluar rumah larut malam diculik makhluk halus

Dalam film Jagat Arwah, Raga sering kali pulang ke rumah larut malam setelah sibuk latihan band. Sesuai pantangan nenek kakek terdahulu, berkeliaran lewat Maghrib bisa diculik makhluk halus.

Dalam film Jagat Arwah, Raga diikuti salah satu arwah gentayangan di dekat tempat tinggalnya, dengan lokasi syuting di Kaliangkrik.

Burung gagak pertanda buruk

Orang-orang Jawa percaya bahwa burung gagak yang berkeliaran di sekitar rumah merupakan pertanda buruk. Selain itu, kicau burung pipit juga mengindikasikan hal serupa, tepatnya menjadi pertanda akan segera datangnya berita yang menyedihkan. 

Meski tidak eksplisit, film Jagat Arwah menyelipkan beragam pertanda sebelum hal buruk tiba.

Bersiul malam hari bisa mengundang kuntilanak

Tokoh Kuntilanak (Sheila Dara) merupakan salah satu arwah yang memegang peranan penting dalam cerita Jagat Arwah. Bedanya, tanpa bersiul, Raga sudah memiliki keterikatan sendiri dengan Kunti, yang berkaitan dengan masa lalu mereka. 

Hal ini sering diasosiasikan sebagai wejangan bagi seseorang untuk tidak menyebabkan keributan pada malam hari.

Jagat Arwah menceritakan kematian Sukmo (Kiki Narendra) secara mendadak dan mencurigakan. Raga (Ari Irham), putra dari Sukmo, menelusuri kehidupannya yang penuh hal mistis. Termasuk kenyataan bahwa ia merupakan keturunan penyeimbang Jagat Arwah sekaligus Jagat Manusia yang bergelar Aditya ke-7. 

Mimpi jadi anak band terkenal harus ia pertaruhkan demi melanggengkan tradisi keluarganya.

Dibantu pamannya, paklik Jaya (Oka Antara), Raga berusaha mengendalikan kekuatan di dalam dirinya dan bertemu dengan arwah-arwah yang masih memiliki hubungan dengannya di perjalanan yaitu Noni (Cinta Laura), Kunti (Sheila Dara) dan Genderuwo (Ganindra Bimo). (Ant/OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Antara

Film Kolaborasi Bong Joon Ho dan Robert Pattinson Tayang pada 2024

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 11:50 WIB
Film terbaru dari sutradara Bong Joon Ho, "Mickey 17" yang dibintangi Robert Pattinson akan tayang di bioskop pada tahun...
AFP/JOEL SAGET

Cukilan dari Novel Terbaru Salman Rushdie Dirilis

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 06 Desember 2022, 10:45 WIB
Majalah The New Yorker menerbitkan cukilan secara daring berjudul A Sackful of Seeds dari novel ke-15 Rushdie, yang berjudul Victory City,...
MI/HO

Kadhja Bonet Rilis EP California Holiday

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 06 Desember 2022, 10:15 WIB
Kadhja Bonet, pekan ini, merilis EP terbarunya California Holiday - sebuah EP bertema musim liburan dengan enam lagu yang terinspirasi dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya