Minggu 01 Desember 2019, 05:00 WIB

Isyana Sarasvati: Album Paling Personal

Fetry Wuryasti | Hiburan
Isyana Sarasvati: Album Paling Personal

AFP PHOTO / Bay ISMOYO
Isyana Sarasvati

 

LEXICON merupakan album ketiga Isyana Sarasvati, 26, yang baru saja diluncurkan. Ibarat sebuah kamus. Isyana membuka kesempatan bagi penggemarnya untuk berkenalan lebih dalam lagi dan memasuki dimensi, episode perjalanan dia yang belum pernah terungkap sebelumnya. “Album ini ibarat kamus hidup saya yang dibalut dengan melodi, instrumentasi musik, dan lirik,” ujarnya.

Sebagai tipe orang yang tidak bisa bercerita perasaan secara terbuka sejak kecil, Isyana pada akhirnya melarikan perjalanan hidupnya ke musik. Lexicon ini, ucapnya, merepresentasikan beberapa episode perjalanan hidup yang dilewati, termasuk pendewasaan musik, secara lirik dan pengalaman hidup.

Menyebut sebagai album yang paling personal bagi dirinya, pengumpulan demo demi demo lagu pun dia lakukan sejak akhir 2018. Itu semua dibuat secara spontan, tidak ada keterpaksaan, dan kesengajaan sama sekali. Tiap demo lagu yang dibuat Isyana sendiri, dia simpan dalam music bank-nya. Tak berapa lama kemudian perusahaan label mengontak Isyana supaya mulai menyerahkan demo untuk membuat album.

“Beruntung, musik yang saya buat dengan hanya menjadi diri saya sendiri ini diterima label. Maka, saya sangat menanti album yang sangat personal, yang saya bisa berkarya jujur, spontan, dan apa adanya,” ujar lulusan dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura, dan Royal College of Music, Britania Raya, ini.

Album ini juga menjadi terapeutik bagi Isyana yang introver dan sulit bercerita kepada orang lain sehingga sebanyak 8 track dalam album tersebut dibumbui oleh emosinya.

“Saat menyanyikannya rasanya seperti detoks, saatnya saya mengeluarkan berbagai rasa yang saya pendam. Saya ingin pendengar juga merasa terhubung dan terbantu saat mendengarkan karena ada beberapa lagu yang sangat memotivasi,” tuturnya lagi.

Salah satunya lagunya, Sikap Duniawi, yang bercerita mengenai tidak perlu mendengar apa kata orang lain, bahwa hidup milik diri dan lakukan yang terbaik untuk diri. Lagu ini ditujukan kepada orang-orang yang selama ini tersakiti karena pendapat orang lain, sekaligus menyentil orang-orang yang hobi menyakiti ­orang lain.

Hal ini terutama karena di era digital, dia akui segala hal telanjur sangat bebas dan liar sehingga terkadang kita lupa melakukan perbuatan dan dampaknya pada perasaan orang lain. “Kita harus saling menghargai, tetapi menghargai itu tidak sama dengan setuju ya,” cetusnya.

Gayanya sendiri

Isyana mengungkapkan bahwa proses kreatif lagunya pun dilakukan tanpa batas bebas, murni berdasarkan gaya dia, mengomposerkannya, menjadi produser dan memproduksinya sendiri.

Isyana pun mengaku tidak khawatir bila peralihan gaya musik di album ketiganya yang lebih kepada klasikal teatrikal itu akan disukai atau tidak oleh pendengar sebab memang dia sadar tidak bisa memaksakan selera kepada orang lain.

Sebanyak tiga single telah dirilis, antara lain berjudul Hati yang Terluka, Ragu Semesta, dan Sikap Duniawi. (H-1)

Baca Juga

Dok.Resso

Siap Manjakan Pecinta Musik dengan Singel Baru di Awal Tahun

👤Eni Kartinah 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:30 WIB
 Musisi dari setiap genre membawa semangat dan inspirasi baru untuk tahun 2021 dan tentunya masih banyak lagi yang akan menghadirkan...
Dok. Medcom.Handout Instagram

Keluh-Kesah Bintang Emon soal Utang Rp10 Ribu

👤A. Firdaus 🕔Rabu 27 Januari 2021, 19:11 WIB
Bintang film Orang Kaya Baru itu lalu mengeluhkan biaya transfer setiap transaksi yang dilakukan yang membuat duit yang dia keluarkan...
Instagram @young_lex18

Young Lex Gandeng Widi Vierratale di Lagu Coba Bicara Empat Mata

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 27 Januari 2021, 09:35 WIB
Bagi Young Lex, sosok Widi Vierratale merupakan salah satu musisi idolanya sejak bangku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya