Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN nomor yang ada dalam album perdana Syahravi bertajuk Body Language, menjadi medium eksplorasinya untuk mendefinisikan warna pop elektronik.
Syahravi tumbuh di bawah bimbingan Tohpati. Pada mini albumnya bertajuk Kita (2015), musikus yang lekat dengan jazz itu turut memproduseri.
Kini, selang empat tahun dari mini albumnya, Syahravi memproduseri karyanya sendiri. Selain bertindak produser, delapan trek yang tersemat di Body Language semuanya ia tulis sendiri.
Mendengarkan kedelapan nomornya, nuansa elektronik sangat kentara. Sekaligus mengonfirmasi bahwa Body Language mendapat pengaruh dari karya-karya kelompok musik saat ini. Contohnya saja, pada nomor Try! Try! Try!, lahir dari pertemuannya dengan Randy Danishta (Nidji), yang juga punya warna elektronik saat menggarap proyek NEV.
Dari delapan nomor, ada dua komposisi yang cukup menarik dan memberikan warna lain dari sisa trek. Pertama, Together.
Syahravi yang memasukkan unsur gitar dengan nada F menjadikan Together tebal dengan string-nya yang terdengar pada awal lagu lebih soft. Plus, memberikan sentuhan liris yang subtil.
Lalu, ada Can’t It Be Me? yang memang sejak awal menonjolkan unsur bas. Sentuhan rap yang dibubuhkan Tuan Tigabelas membawa pop elektro pada nomor ini juga punya layer R&B.
“Aku menyadari setelah usia 21 tahun, aku terus pengin merasakan cinta dan kasih sayang. Enggak selalu dalam konteks romantis, ya, seperti kenyamanan dan kasih sayang. Dalam sejauh perjalanan saya, enggak semuanya bisa diceritakan dengan kata-kata. Maka itu, seringnya saya perlu menggunakan bahasa tubuh. Jadi, seperti itulah album ini,” ungkapnya seusai mengadakan sesi showcase Body Languange yang rilis sejak pertengahan September silam, di iCan Studio, Jakarta Selatan, Rabu (24/10).
Album yang digarapnya selama kurun setahun, termasuk dalam penulisan liriknya, ini menjadi bentuk kekaryaan yang merepresentasikan kedewasaan musikus lulusan bisnis manajemen ITB tersebut.
Tema romansa yang juga tidak jauh dari dasar pop, ia kombinasikan bersama unsur elektronik dengan memasukkan synth-synth yang lembut dan seksi melodik gitarnya yang memang terdengar apik. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved