Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAKNYA sampah plastik yang mengotori pantai, termasuk sejumlah pantai yang menjadi destinasi utama wisatawan domestik dan asing memang mengkhawatirkan. Tidak mengherankan bila banyak kalangan yang tergerak untuk melakukan gerakan pembersihan pantai, bahkan mendorong agar mengurangi penggunaan sampah plastik.
Musikus Indra Lesmana, 53, ialah salah seorang yang prihatin atas tercemarnya pantai oleh sampah plastik. Karena itu, ia pun aktif bergotong royong dengan masyarakat Pulau Bali dalam gerakan peduli lingkungan. Ia turut serta membersihkan sampah, terutama sampah plastik, di Pantai Sanur yang menjadi lingkungan tempat tinggalnya. Kegiatan membersihkan sampah di pantai itu dilakukan Indra setiap hari sejak bermukim di ‘Pulau Dewata’ dalam lima tahun terakhir.
"Saya tinggal di daerah Sanur. Setiap hari kami melakukan beach cleaner," ungkap Indra, saat ditemui di Kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (12/4).
Menurutnya, sampah yang berserakan di Pantai Sanur bukan 100% sampah dari daerah Bali atau Sanur khususnya. Banyak juga sampah kiriman dari luar yang terbawa arus air, lalu ikut masuk ke Pantai Sanur. Karena begitu banyaknya sampah, pembersihan harus dilakukan setiap hari.
"Kita harus bersama-sama membersihkan pantai dan me-reduce penggunaan plastik, mengedukasi agar tidak membuang sampah sembarangan, dan mencari solusi dari permasalahan sampah," ujarnya.
Putra pasangan musikus jaz Jack Lesmana dan penyanyi Nien Lesmana itu mengaku, kesadarannya untuk menjaga kebersihan lingkungan laut tumbuh sejak ia tinggal di tepi pantai. Apalagi, masyarakat di sekitar Pantai Sanur selalu bergotong royong membersihkan pantai tersebut. Hal itu mendorong Indra ikut aktif bergabung dengan masyarakat.
"Saya tinggal di dekat pantai. Jadi, setiap hari pasti melihat bagaimana kondisi pantai," tuturnya.
Laki-laki kelahiran 26 maret 1966 itu menuturkan, karena banyaknya sampah plastik mencemari laut, ada seorang seniman membuat instalasi seni berupa ikan dengan ukuran sebesar gedung di Pantai sanur. Ikan yang dibuat dari anyaman bambu itu pada bagian mulutnya dimasukkan sampah plastik. Instalasi tersebut, ujarnya, sebagai simbol bahwa banyak ikan mati akibat sampah plastik di laut.
Luar biasa
Terlepas dari upaya ia dan masyarakat membersihkan pantai setiap hari, menurutnya, masih tingginya budaya gotong royong masyarakat daerah sangat luar biasa. Ia berharap budaya tersebut terus dipertahankan siapa pun.
Kekuatan budaya gotong royong dalam masyarakat, menurut adik dari produser film Mira Lesmana itu, amat efektif membantu negeri tercinta Indonesia menjadi lebih bersih. Menjadikan lingkungan bersih tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah, tetapi juga harus menjadi tanggung jawab bersama semua masyarakat.
Ayah dari penyanyi Eva Celia Latjuba itu juga mengaku beruntung tinggal di Pulau Bali yang seluruh pasar dan toko swalayannya sudah menghentikan penggunaan kantong plastik sejak 1 Januari. Karena itu, setiap orang yang berbelanja harus membawa kantong yang bisa digunakan berulang kali dari rumah masing-masing.
Untuk menekan sampah plastik yang sangat membahayakan lingkungan, ia berharap kebijakan pelarangan penggunaan plastik seperti di Bali bisa diberlakukan di seluruh Tanah Air. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved