Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kenny Austin Berharap Jadi Duta Satwa

Abdillah Muhammad Marzuqi
08/4/2019 23:45
Kenny Austin Berharap Jadi Duta Satwa
Kenny Austin(MI/PERMANA)

AKTOR muda Indonesia, Kenny Austin, 26, peduli akan satwa. Dalam kunjungannya ke kantor Media Indonesia, Jumat (5/4), ia mengaku terinspirasi dari aktor Leonardo DiCaprio yang juga aktivis lingkungan hidup.

Lewat media sosial ia sering memperhatikan upaya pelestarian satwa-satwa dilindungi itu dari ancaman kepunahan akibat banyak faktor, salah satunya perburuan liar. "Kalau saya sangat fokus sama binatang. Maksudnya, apa yang dilakukan Leonardo DiCaprio lebih ke lingkungan, tapi kalau saya penginnya ke hewan karena saya sendiri pencinta hewan," terang Austin.

Melalui media sosial, aktor dan model yang sedang terlibat dalam film Bumi itu Bulat itu, antara lain memperhatikan apa saja yang dilakukan orang lain untuk melindungi hewan supaya tidak punah.

Dari media sosial pula, aktor asal Sumatra Utara itu banyak tahu tentang upaya penyelamatan satwa dilindungi. Misalnya, tentang upaya penyelamatan badak dari pemburu untuk diambil culanya.

Untuk menyelamatkan badak dari ancaman pembunuhan, lanjutnya, ternyata cula badak dipotong lalu dimasukkan racun. Dengan cara seperti itu, badak tidak dibunuh untuk diambil culanya.

Badak-badak yang menjadi korban perburuan sebagian besar berada di Afrika. Cula binatang dilindungi itu oleh para pemburu diambil sebagai aksesori. Selain itu, cula badak juga dipercaya memiliki khasiat memperpanjang umur dan awet muda.

"Karena mereka yakin di dalam badak itu ada zat yang bikin orang awet muda atau bisa membuat hidupnya lebih panjang," tambah Austin.

Padahal, lanjutnya, itu hanya sekadar mitos sebab berdasarkan penelitian, dalam cula badak tidak ditemukan khasiat apa pun. Bahkan, kandungan cula badak sama dengan kuku manusia.

Oleh karena itu, Austin juga sependapat dengan pernyataan bahwa manusia ialah kanker bagi dunia. Banyak kerusakan yang terjadi di dunia akibat ulah manusia.

"Saya setuju pernyataan bahwa manusia adalah kanker di dunia ini. Lama-kelamaan, dunia bakal rusak karena ulah manusia sendiri," tuturnya.

Hak hidup
Menurut Austin, seperti halnya manusia, hewan juga memiliki hak untuk hidup. Oleh karena itu, ia terang-terangan kesal terhadap manusia yang berperilaku buruk terhadap hewan. Manusia, ujarnya, tidak boleh membunuh hewan tanpa tujuan dan alasan kuat.
"Hewan juga punya hak untuk hidup. Manusia enggak berhak membunuh hewan. Buat saya, manusia-manusia seperti itu (pembunuh hewan) sangat hina," tegasnya.

Jika para pemburu hewan bertujuan menghasilkan uang, kata Austin, ia menyarankan agar mereka mencari uang dengan jalan lain daripada membunuh satwa dilindungi.

Ia juga mengaku kesal terhadap kelompok masyarakat yang membunuh tenggiling untuk dimasak dengan alasan adanya khasiat tertentu. Padahal, tenggiling merupakan satwa dilindungi, di sisi lain tidak memiliki khasiat. Austin berharap edukasi untuk pelestarian satwa dilindungi kepada masyarakat lebih digencarkan, terutama bagi masyarakat di pedalaman. (H-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya