Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRI Indonesia 2018 Sonia Fergina Citra mengaku miris dengan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Indonesia yang trennya terus meningkat, dari tahun ke tahun. Fenomena itu dianggap mengkhawatirkan dan mendorongnya untuk berbuat nyata.
"Banyak sekali kekerasan, seperti kekerasan seksual dalam rumah tangga, kekerasan fisik, terutama anak-anak. Itu menjadi fokus perhatian saya," ucap perempuan berusia 25 tahun itu ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).
Mengutip data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sepanjang Januari hingga September 2018 terdapat 115 kasus kekerasan seksual pada anak, 81 kasus prostitusi anak, dan 49 kasus eksploitasi seks komersial anak.
Sebagian besar kasus kekerasan seksual di ranah publik paling banyak dilakukan teman dan di ranah privat paling banyak dilakukan anggota keluarga. Kondisi itu menempatkan Indonesia pada darurat kekerasan seksual.
Lajang yang mengawali kariernya sebagai model pada 2005 itu berpendapat, kekerasan seksual, apalagi dalam rumah tangga, itu sangat sulit diungkapkan. Sebagai saksi maupun korban, anak-anak kerap tidak mengerti apa yang terjadi dan apa yang harus mereka perbuat.
Namun, Sonia berpikir fenomena kekerasan itu akan berkurang jika semua orang saling peduli satu sama lain. Sonia pun merasa terpanggil untuk berperan aktif menyebarkan awareness kepada masyarakat soal betapa pentingnya peduli kepada orang lain.
"Pentingnya kita untuk selalu peduli akan orang-orang di sekitar kita. Karena yang bisa menolong mereka, apalagi dalam keluarga, kita mungkin susah untuk ikut serta. Dalam artian peduli terhadap mereka," ujar perempuan kelahiran Tanjung Pandan, Belitung, itu.
Putri Pariwisata Bangka Belitung 2010 itu mengaku kepeduliannya terhadap isu kekerasan seksual dan fisik dalam rumah tangga sudah dimulai sejak dirinya belum menjadi Putri Indonesia. Ia ingin menularkan kepedulian itu kepada masyarakat, terutama mereka yang mengikuti aktivitasnya di media sosial.
"Karena semua itu dimulai dari diri kita sendiri dan itu saya lakukan dari sebelum hingga sesudah jadi Putri Indonesia. Saya harap contoh inilah yang dapat dipetik dari follower-follower saya di media sosial. Saya berharap ini bisa meminimalisir kekerasan," ujar alumnus Sastra Inggris Universitas Bina Nusantara itu.
Ingin kuliah lagi
Sonia yang terpilih sebagai wakil Indonesia di ajang ratu kecantikan sejagat Miss Universe 2018 itu berencana melanjutkan kuliahnya untuk meraih gelas master (S-2), sambil mencoba peruntungan di dunia hiburan Indonesia.
"Kemungkinan ingin mencoba dunia entertainment. Sampai saat ini belum ada tawaran sih, tapi saya masih menunggu," tutup pemilik tinggi 177 sentimeter itu.
Dalam ajang Miss Universe 2018 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Sonia berhasil masuk peringkat 20 besar. "Sejak jadi Putri Indonesia, hidup saya sangat berubah, seperti roller coaster," kata Sonia sebelum bertolak ke Thailand.
Dalam sesi tanya jawab Miss Universe 2018, Sonia ditanya soal kampanyenya 'Be Diverse Be Tolerant' yang diusungnya. Ia mengatakan, tumbuh dalam keluarga dengan empat agama yang berbeda membuatnya belajar banyak hal.
"Banyaknya perbedaan budaya dan kurangnya toleransi beragama, genderisasi yang tidak rata, telah menjadi penyebab masalah-masalah di Indonesia dan juga persekusi. Itu menginispirasi saya untuk mengajak semua orang agar merangkul perbedaan dan menghormati orang lain," jawab putri dari Fransisca Eveline Burtner dan Ken Prayoga itu. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved