Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Baju Bulan,Wujud Metamorfosis Puisi Jokpin

(Jek/M-2)
03/11/2018 22:45
Baju Bulan,Wujud Metamorfosis Puisi Jokpin
(DOK. INSTAGRAM)

DALAM dunia musikalisasi puisi, puisi-puisi Sapardi Djoko Damono telah identik dengan duo Arireda. Kini, giliran puisi-puisi Joko Pinurbo 'berjodoh' dengan musikus Oppie Andaresta.

Lewat album Baju Bulan, sembilan puisi milik penyair yang dikenal dengan sapaan Jokpin tersebut bermetamorfosis menjadi lagu-lagu yang memanjakan imajinasi pendengarnya.

Sebagai musikus yang telah matang malang melintang puluhan tahun di dunianya, Oppie mampu memberikan karakter yang berbeda-beda pada setiap lagu. Ada yang sendu minimalis seperti pada Hati Jogja atau berkarakter naratif layaknya bercerita pada lagu Baju Bulan.

"Di Baju Bulan, saya bayangin kreativitasnya di musik, kepingin bikin lagu yang kalau orang dengar itu kayak nonton film. Antara satu dengan yang lain bisa beda narasinya," terang Oppie saat pertunjukan Nyanyian Puisi Joko Pinurbo, di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu (27/10).

Tak semuanya pula bernada sendu. Pada lagu Malam ini Aku akan Tidur di Matamu, irama akordeon yang berubah cepat pada bagian refrein membuat kepala ikut bergoyang. Demikian pula lagu Doa Seorang Presiden dan Pacar Kecilku yang berkesan 'funky'.

"Proses pembuatan album ini memakan waktu 3-4 bulan, dari memilih lagu sampai rekaman. Yang lama di mixing dan mastering. Sudah mixing, ada yang saya enggak suka, ya jadi prosesnya sampai dua kali," imbuh Oppie.

Penyair Jokpin yang hadir dalam acara tribute tersebut, mengaku kagum dengan eksplorasi yang dilakukan Oppie. Menurutnya, ketika puisi dimusikalisasikan, ia menjelma makhluk baru, dengan interpretasi yang bisa berbeda-beda pula.

"Puisi saya terlahir kembali dalam wujud yang lain. Karya saya kan garis-garisnya tidak teratur, tapi bisa juga diubah menjadi musik. Saya baru sadar, puisi-puisi saya lumayan juga, yang sepertinya datar, dingin, mbeling, banyak pelesetan, setelah dibacakan jadi lebih indah," ujarnya.

Ia menambahkan, banyak variasi untuk membawakan puisi. Namun, salah satu pertimbangan yang tidak boleh dilupakan saat mementaskan di panggung ialah sosok puisi. Jangan sampai hilang. "Dalam hal ini kepandaian Oppie terlihat, karena sosok puisi tetap bisa kita lihat dan dengarkan," pujinya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya