Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MELALUI film terbarunya yang berjudul Terbang: Menembus Langit, Fajar Nugros sebagai sutradara ingin menceritakan kisah yang dapat mempererat persatuan bangsa yang mulai terpecah. "Ide awalnya kenapa mengambil film dari kalangan minoritas supaya yang mayoritas itu belajar. Sebenarnya, kita mau nunjukin Indonesia ini kan di ambang pintu perpecahan kalau kata orang-orang karena kebinekaan kita terancam," kata Fajar saat berkunjung ke Media Indonesia, Senin (12/3).
Film yang diambil dari kisah nyata tersebut juga menekankan akan pentingnya Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa. Bagi Ketua Bidang Seni dan Budaya DPP Garda Pemuda NasDem itu, jika ada kelompok masyarakat yang ingin menyeragamkan Indonesia, itu bukan Indonesia dan justru malah merusak.
"Kita menjadi Indonesia itu syaratnya ialah perbedaan. Kalau hal itu tidak ada dan diseragamkan semua, namanya bukan Indonesia. Fungsi film saya ini utamanya ialah hiburan, cuma hiburan macam apa yang kita sodorkan ada tingkatannya. Tidak sekadar hura-hura saja, tapi juga peduli lingkungan dan peduli sosial," kata dia.
Dia menambahkan apa yang dilakukannya melalui film juga merupakan upaya mengingatkan penduduk Indonesia agar bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Baginya, Indonesia ialah surga dunia, gemah ripah loh jinawi. "Jadi, menurut pendapat saya, siapa pun di negeri ini, kalau mau kerja keras, pasti akan mencapai apa yang dicita-citakan," jelas Fajar.
Pilih Kalimantan
Film yang proses syuting memakan waktu satu bulan itu berlatar belakang di tiga kota berbeda, yaitu Jakarta, Surabaya, serta Tarakan. Tokoh utamanya ialah Onggy yang merupakan orang Indonesia keturunan Tiongkok yang diperankan oleh Dion Wiyoko. Secara singkat film itu menceritakan bagaimana Onggy merintis sebuah bisnis, jatuh bangunnya dalam berbisnis serta menemukan tambatan hatinya, yaitu Candra yang diperakan oleh Laura Basuki.
Tidak hanya itu film ini pun diramaikan oleh sederet pemain film andal lainnya, seperti Baim Wong, Marcel Darwin, Delon Thamrin, Aline Adita, dan Erick Estrada. "Kami memilih sosok orang Indonesia yang tinggalnya jauh di pojok Kalimantan sana, daripada ke Jakarta lebih dekat ke Filipina, terus ini orang Indonesia keturunan Tiongkok. Jadi, keturunan Tiongkok dan tinggalnya jauh. Harapan saya, kalau orang Indonesia keturunan lainnya yang nonton, bisa melihat bahwa orang keturunan Tiongkok saja harus kerja keras untuk meraih sukses," beber dia.
Dia ingin orang lain melihat kesuksesan orang keturunan Tiongkok bukan semata sebagai hasil akhir, tetapi juga dilihat bagaimana prosesnya. Pantang menyerah dan berusaha terus. "Artinya, kalau kerja keras, kita bisa lebih sukses dari dia, spirit itu yang mau kita sampaikan, tidak gampang menyerah," imbuhnya. (H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved