Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT kunjungan kerja di Yogyakarta, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri berkunjung ke Makam Sultan Agung di Kompleks Makam Raja-Raja di Imogiri, kemarin. Pada kesempatan itu, Khofifah pun berziarah ke makam Raja Mataram Islam yang pertama tersebut.
Imogiri menjadi referensi kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Makam Imogiri bisa menjadi destinasi wisata religius, spiritual, budaya, ataupun sejarah. Jika berbicara tentang Indonesia ataupun Nusantara tidak bisa lepas dari sosok Sultan Agung yang pada zamannya merupakan raja pejuang melawan kolonial Belanda.
"Beliau raja dan tokoh besar yang dimiliki bangsa ini. Salah satu yang membangun perjuangan ini, beliau Sultan Agung," ungkap Khofifah di Balai Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Bantul.
Saat ditanya wartawan keterkaitan ziarah yang dilakukannya dengan pencalonannya di pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur, Khofifah menampiknya. Khofifah pun meminta segala yang dilakukannya, termasuk ziarah ke Makam Sultan Agung, tidak selalu dikait-kaitkan dengan pilgub Jawa Timur.
"Sampeyan ini, ojo kabeh sampeyan kait-kaitkan (kalian ini, jangan semua dikait-kaitkan)," ujar Khofifah sembari tersenyum.
Khofifah mengakui dirinya memang sering berziarah. Ia tidak hanya berziarah ke makam Sultan Agung, tetapi juga ke makam tokoh-tokoh lain yang berjasa bagi negara dan memiliki keteladanan, termasuk Wali Songo.
Khofifah yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU periode 2016-2021 menjelaskan hal yang dilakukannya seperti yang disampaikaan Bapak Bangsa Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai, menghormati, dan mengikuti keteladanan para pahlawan.
Ia juga berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tidak hanya berziarah, Khofifah selalu mengirimkan doa bagi tokoh-tokoh yang memiliki keteladanan. "Ketika memasuki suatu kota dan mengetahui ada tokoh teladan bangsa, saya akan membacakan Surah Al-Fatihah bagi tokoh yang berjasa untuk bangsa dan negara," cetusnya.
Kebiasaan itu juga hingga kini terus diterapkan di kementerian yang saat ini dipimpin Khofifah. "Kalau zaman saya di Kemensos, tamu-tamu dalam rombongan apakah itu mahasiswa ataupun kelompok diklat, peserta yang akan dapat beasiswa ke luar negeri, 100% saya terima di TMP Nasional Kalibata," kata dia.
Di sela-sela kunjungannya di kawasan terdampak bencana itu, Mensos mengemukakan pihaknya saat ini baru memberikan bantuan untuk tahap recovery sebesar Rp1,8 miliar kepada kabupaten dan kota se-DIY. "Kalau hari ini baru Rp1,8 miliar. Kita akan menunggu kembali kalau ada pengajuan jadup (jatah hidup) bagi korban yang rumahnya rusak berat. Karena tidak langsung bisa melanjutkan aktivitas ekonomi, mereka bisa mendapat jadup per jiwa sebesar Rp900 ribu," kata dia. (AU/H-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved