Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Angelina Jolie Casting di Panti Asuhan

Indriyani Astuti
30/7/2017 10:17
Angelina Jolie Casting di Panti Asuhan
(AFP)

AKTRIS Hollywood, Angelina Jolie, 42, melangsungkan casting film di salah satu panti asuhan di Kamboja untuk film berjudul First They Killed My Father: A Daughter of Cambodia Remembers.

Memilih panti asuhan sebagai tempat casting tersebut menarik dan positif karena dia tidak menggunakan aktris mapan. Sebaliknya, dia malah memberikan kesempatan kepada anak-anak di panti asuhan untuk dapat bermain dalam film yang disutradarainya.

Di film itu, selain sebagai sutradara, Angelina berperan sebagai penulis skenario dan produser. Seperti dikutip dari Aceshowbiz.com, ketika proses pencarian pemain, sutradara casting mengondisikan anak-anak di panti asuhan tersebut dalam sebuah permainan. Mereka menaruh sejumlah uang di atas meja, kemudian anak-anak tersebut diminta berpikir uang tersebut akan digunakan untuk apa. Kemudian uang tersebut dirampas. Si sutradara casting akan berpura-pura menangkap anak itu dan anak itu mesti berbohong tidak mengambilnya.

Jolie akhirnya memilih anak perempuan bernama Srey Moch sebagai pemeran Loung Ung. Dia satu-satunya anak yang memandangi uang tersebut dalam waktu yang lama. Ketika dia diminta mengembalikannya, anak tersebut menjadi tertekan dan emosional.
Dalam petikan wawancara, seraya menangis, mantan istri aktor asal Amerika Serikat, Brad Pitt, itu mengatakan, "Ketika dia ditanya uang itu akan digunakan untuk apa, dia menyampaikan kakeknya meninggal dan mereka tidak punya cukup uang untuk menguburkannya secara layak.

"Film berjudul itu didasarkan pada kenangan aktivis asal Kamboja mengenai peristiwa genosida yang terjadi di sana.
Aktivis itu merupakan teman Jolie bernama Loung Ung. Film tersebut menceritakan pembunuhan secara massal yang dilakukan partai komunis Kamboja Khmer Merah dalam rentan 1975-1979.
Lebih dari dua juta orang terbunuh, termasuk orangtua Ung dan kedua adiknya. Film itu akan disutradarai Jolie dan dapat disaksikan di Netflix mulai Februari.

Dikritik

Metode yang digunakan Jolie dianggap cukup efektif untuk memperlihatkan kesedihan anak-anak sehingga film barunya maksimal. Kendati demikian, banyak yang menganggap cara seperti itu kejam diaplikasikan pada anak-anak sebab ia mempermainkan sisi psike anak-anak yang kurang beruntung dengan uang.
Peraih penghargaan Oscar itu pun tak pelak mendapatkan sejumlah kritik di akun Twitter-nya @joliestweet.

Pada dasarnya Jolie dikenal sebagai sosok yang human. Dia bahkan mengadopsi anak lelaki asal Kamboja bernama Maddox, 15.
Berdasarkan pengakuan Jolie yang dikutip www.express.co.uk, ketika proses syuting film, sempat muncul kepanikan masyarakat setempat saat sejumlah aktor muncul berpakaian layaknya tentara Khmer Merah pada 1970-an. Mereka muncul di jalanan dan orang-orang tidak menyadari itu hanya pengambilan gambar untuk film.
"Beberapa orang berlutut dan menjerit. Mereka sangat takut tentara Khmer benar-benar kembali," ujar ibu enam anak itu. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya