Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS buku Unstoppable Hopes, Gloria Marcella Morgen Wiria, 25, hari ini bakal hadir dalam Kongres Diaspora Indonesia Ke-4 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Dalam kongres itu, Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama, akan memberikan pidato.
Gloria menjadi 1 di antara 2.000 peserta yang hadir yang diseleksi dari 9.000 orang.
Bagaimana cerita ia terpilih dan diundang dalam kongres itu?
Sebelumnya, lulusan teknik kimia Universitas Katolik Parahyangan itu pernah mengikuti program YSEALI (Young South East Asian Leaders Initiative) di Amerika Serikat pada Maret-April 2017.
Program itu digagas Barack Obama.
"Saya mengikuti seleksi dari Indonesia Diaspora Network selaku penyelenggara acara Konvensi Diaspora Indonesia 2017, dengan cara men-share kegiatan sosial yang pernah saya lakukan, via Twitter," kata dia, kemarin.
Tentu saja dia senang terpilih.
"Karena bisa bertemu secara langsung dengan penggagas program YSEALI sekaligus Presiden K-44 Amerika ini. Saya berharap, bisa belajar dari cara berpikirnya dan caranya mengemukakan pendapat," ucapnya.
Ia pun telah menyiapkan baju batik untuk dikenakan sejak beberapa hari lali.
Selain batik, persiapan yang ia lakukan ialah berusaha bangun pagi-pagi dan segera menuju lokasi kongres.
"Saya mau mendapatkan kesempatan duduk di area depan sehingga bisa melihat beliau secara lebih dekat. Saya berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi ataupun berfoto bersama dengan Obama," harap dia.
Gloria mengaku dirinya merupakan penggemar berat ayah Natasha dan Malia Ann itu.
Baginya, Obama bisa membuktikan kepada dunia bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Semua orang tidak boleh dibeda-bedakan berdasarkan ras, warna kulit, budaya, agama, dan lain-lain. Semua punya hak dan kesempatan yang sama.
"Selama punya kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan, siapa pun bisa memimpin. Semoga Indonesia boleh belajar dari contoh kepemimpinan Obama di Amerika," tuturnya.
Jika ada kesempatan, ia pun ingin menyampaikan terima kasih atas keinginan Obama untuk berinvestasi kepada anak muda di ASEAN.
Dia menilai sudah ribuan anak muda ASEAN diberi pelatihan tentang bisnis sosial, sosial dan lingkungan, serta diberi pendanaan untuk mengerjakan proyek-proyek sosial melalui program-program YSEALI.
Dukung dwikewarganegaraan
Gloria juga melihat kecintaan diaspora Indonesia terhadap Indonesia sangatlah tinggi.
Sekali pun banyak yang berada di luar negeri, mereka tetap cinta Tanah Air.
Terbukti pada pemilihan Presiden Ke-7 Indonesia yang ke-7 pada 2014.
Salah satu tokoh diaspora yang dikaguminya ialah Anggun C Sasmi.
Menurutnya, Anggun berhasil menaklukkan pasar musik internasional, di usia yang sangat muda.
Keberaniannya untuk bermimpi besar, mengadu nasib di luar negeri, dan kegigihannya belajar bahasa Prancis secara autodidak sangat mengagumkan.
Ia pun secara tegas menyatakan mendukung dwikewarganegaraan. "Saya mendukung selama tujuannya positif. Misalnya, seseorang yang berkewarganegaraan A tinggal di negara B. Pada saat dia membuka bisnis/berkarier di negara B, banyak mendapatkan hambatan karena kewarganegaraannya. Tidak masalah jika dia harus berdwikewarganegaraan selama dia tetap ingat tempat dia berasal. Jika memang dia bisa lebih berkembang dengan memiliki dwikewarganegaraan, silakan. Hidup di dunia ini tidak baik jika terlalu idealis, kita harus realistis dan fleksibel," tutupnya.
(H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved