Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Memilih Hidup

Her/M-4
18/6/2017 06:31
Memilih Hidup
(DOK. IN THIS CORNER OF THE WORLD)

SUZU adalah seorang perempuan muda yang polos dan pandai menggambar. Bersama keluarganya, dia tinggal di kota pinggir laut bernama Eba, Hirosima, Jepang. Hidupnya sederhana, sehari-hari mereka mencari penghidupan dari usaha pengolahan rumput laut.

Sebagai gadis yang suka menggambar, Suzu sering melihat lingkungan sekelilingnya dengan cara yang berbeda. Banyak hal tampak lebih berwarna di matanya, ada juga yang terasa lebih seru. Apalagi dia juga terbilang imajinatif. Karena sifatnya itu, dia dikenal masyarakat sebagai gadis yang suka melamun dan mimpi di siang bolong.

Kehidupannya berubah pada 1944. Gadis berusia 18 tahun itu dilamar Shusaku yang tinggal di Kota Kure. Dalam keraguan, Suzu memutuskan menerima lamaran itu. Diantar keluarganya dari Hiroshima menuju Kure, Suzu akhirnya menikah di rumah keluarga Shusaku dalam prosesi yang sangat sederhana. Hingga sah menjadi istri, dia belum mengenal siapa suaminya dan dari mana lelaki itu sampai bisa mengenalnya.

Kure merupakan kota pelabuhan yang menjadi basis angkatan laut Jepang. Pemandangan kapal-kapal perang menjadi hal baru bagi Suzu. Di sisi lain, kehidupan baru sebagai istri dan menantu memberinya kesempatan untuk mempelajari hal baru.

Sayangnya, saat dia masih beradaptasi dengan kehidupan barunya di Kure itu, perang mulai memengaruhi keseharian di Jepang. Suzu harus belajar menyiapkan makanan untuk keluarga barunya kendati pasokan ransum terus dipangkas dari hari ke hari. Dia berjuang keras untuk bisa bertahan hidup.

Film animasi Jepang berjudul In This Corner of the World disutradarai Sunao Katabuchi itu diadaptasi dari manga dengan judul yang sama, karya Fumiyo Kono. In This Corner of the World yang bertema drama perang tersebut pertama kali tayang di negara asalnya November 2016 dan tahun ini masuk pasar mancanegara, termasuk Indonesia.

Penghargaan

Sejumlah penghargaan disabet film ini, di antaranya penghargaan Best Animation of the Year pada 40th Japan Academy Prize, juara satu di deretan 10 film Jepang terbaik dalam ajang Osaka Cinema Festival 2017.

Film itu mengambil setting dari 1930 hingga 1940-an di Hiroshima dan Kure, Jepang. Sekitar 10 tahun sebelum dan sesudah bom atom di Hiroshima. Di tengah kegetiran yang dihadirkan perang, keindahan kultur dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat Jepang tempo dulu dideskripsikan dengan apik.

Menarik sekali bagaimana di tengah keterbatasan, Suzu mempelajari teknik memasak nasi ala pejuang Jepang yang membuat nasinya jadi lebih berlimpah. Berbagai tanaman herbal dan rempah untuk campuran bahan masakan juga diceritakan dengan rinci. Gaya berbusana dideskripsikan bagaimana sebagian masyarakat Jepang sudah terpengaruh oleh budaya asing. Ada juga soal karakter orang Jepang yang terbiasa mensyukuri segala hal, bahkan saat ditimpa bencana. Meski fiktif, berbagai episode dan latar belakang cerita film tersebut didasari fakta dan kejadian nyata. Meski kepedihan perang diangkat, sisi-sisi jenaka dan romantis dari para karakter yang diangkat dalam film tersebut terasa kuat.

Karena serangan bertubi-tubi di Kure, Suzu bahkan sampai kehilangan tangan kanannya. Bukan hanya tak lagi bisa menggambar, dia kehilangan kemandiriannya dan keberdayaannya. Lebih miris lagi, tangan kanan yang diamputasi setelah terkena ledakan bom itu sebelumnya menggandeng keponakannya yang berakhir tewas mengenaskan dalam genggaman tangannya.

Merasa bersalah dan tak berdaya, dia sempat meminta dipulangkan sang suami ke Hiroshima. Kala itu kondisi di sana relatif lebih aman daripada Kure, sirene peringatan tidak sesering di Kure. Tidak terbayang olehnya, kampung halamannya akan luluh lantak oleh bom atom membuatnya kehilangan anggota keluarga satu per satu.

Film In This Corner of the World mengisahkan soal pertemuan, perpisahan, dan yang terpenting adalah soal pilihan. Kita memang tidak pernah bisa memilih kehidupan seperti apa yang harus kita jalani, tetapi kita bisa memilih dengan cara seperti apa menjalani kehidupan tersebut, baik di saat susah maupun senangnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya