Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang memiliki Observatorium Ilmu Falak (OIF) dengan instrumen terlengkap di Indonesia. Rektor UMSU Agussani mengungkapkan hal itu saat mendampingi Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong mengunjungi OIF UMSU yang terletak di lantai 7 Gedung Pascasarjana UMSU di Kota Medan, Sumut, Rabu (4/5). Dia mengaku miliaran rupiah digelontorkan UMSU untuk mendirikan OIF. Untuk peralatan, menurut Agussani, kampus UMSU memiliki perlengkapan yang terlengkap setelah Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Bosccha dibangun sejak 1923 oleh Belanda yang kemudian diserahkan ke pemerintah Indonesia. Dan sejak 1959, Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Ban-dung (ITB). Agussani menjelaskan, OIF UMSU dilengkapi dengan teleskop model Sky Water MAK 8 HE Q5 buatan Amerika Serikat (AS) yang dapat mengamati bintang dan semua planet kapan saja.
Kelebihan teleskop ini ialah dapat mengikuti pergerakan benda-benda langit. OIF juga memiliki teleskop khusus yang dapat meng-amati hilal pada siang dan malam hari. Teleskop ini sering dimanfaatkan untuk menentukan waktu Ramadan, Idul Fitri, maupun Idul Adha. Agussani menambahkan, beragam perlengkapan OIF yang berdiri sejak 30 Maret 2015 memiliki sejumlah makna bagi kepublikan. Seperti, menentukan arah kiblat secara akurat. "Siapa pun kaum muslimin yang hendak memakai jasa lembaga OIF UMSU untuk menentukan arah kiblat secara tepat dan akurat, silakan. Kami tidak meminta biaya sepeser pun. Ini adalah wujud pengabdian masyarakat dan penguatan Islam yang dilakukan UMSU," ujar dia.
Selain menentukan arah kiblat, lanjut Agussani, OIF UMSU juga menjadi Taman Astronomi bagi siapa pun yang hendak mengamati dan meneliti benda-benda langit. Di Taman Astronomi terdapat beragam fasilitas, seperti instrumen astronomi dan planetarium, perpustakaan, alat simulasi astronomi, dan sebuah ruangan bagi para pengunjung yang hendak mendapat penjelasan oleh ahli astronomi UMSU. Pelajar yang hendak melihat benda-benda langit dikenai biaya masuk antara Rp15 ribu hingga Rp30 ribu per orang. "Biaya-biaya itu kami kumpulkan sebagai biaya ope-rasional dan pemeliharaan alat-alat observatorium," timpal Kepala OIF UMSU Aswin Butar Butar.
PELATIH Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menyoroti hasil imbang 0-0 melawan Laos.
Pelatih timnas U-23 Indonesia Gerald Vanenburg menilai permainan Jens Raven dkk sebenarnya sudah bagus, namun keberuntungan belum berpihak pada Garuda Muda.
Pelatih timnas U-23 Laos Ha Hyeok-jun menilai kekuatan timnas U-23 Indonesia, yang dilatih Gerald Vanenburg, mengalami penurunan dibandingkan era pelatih sebelumnya Shin Tae-yong.
Indonesia harus puas berbagi poin usai bermain imbang tanpa gol melawan timnas Laos setelah tak mampu mencetak satu gol pun dari total 25 tembakan di laga kualifikasi Piala Asia U-23.
Didominasi oleh pemain-pemain timnas U-22, tim muda Garuda bermain kurang percaya diri karena kerap bermain terburu-buru, salah umpan, hingga salah penempatan posisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved