Minggu 12 Februari 2017, 01:01 WIB

Gotong Royong Selamatkan sang Pilot

Sumaryanto Bronto | Foto
Gotong Royong Selamatkan sang Pilot

AFP/Marty MELVILLE

 

RATUSAN orang memadati Farewell Spit, di ujung paling utara South Island, Selandia Baru. Kawasan ini membentang lebih dari 30 kilometer ke dalam Tasman Sea, berpanorama bahari memukau, dengan laut terbuka di satu sisi dan perairan terlindung bagian lainnya. Farewell Spit memang menjadi area favorit wisatawan. Namun, Jumat (10/02), ratusan orang datang bukan untuk melancong. Mereka ialah para relawan yang bahumembahu menyelamatkan lebih dari 400 paus pilot yang terdampar di sana.

Para relawan berjibaku mencoba mengapungkan kembali paus-paus yang masih hidup. Mereka pun membentuk rantai manusia di dalam air, memagari areal pantai, untuk mencegah paus-paus itu kembali ke pantai sekaligus memudahkan mamalia laut itu berenang ke perairan yang lebih dalam. Ada pula relawan yang menyiramkan air ke tubuh paus dan menggali pasir untuk pertolongan sementara, sambil menunggu air pasang. Ketika air pasang datang, para relawan mulai membawa paus-paus itu kembali ke tengah agar mengapung. Sedikitnya lebih dari 300 warga menjadi sukarelawan, bergabung bersama pegawai departemen konservasi.

Yayasan pennyelamatan mamalia laut Selandia Baru, Jonah Project, terlibat dalam upaya penyelamatan itu. Yayasan itu merilis data, total 416 ekor paus terdampar, sampai saat ini, 300 telah dipastikan mati, sementara usaha penyelamatan bagi yang masih bertahan, masih diupayakan. Ada banyak kemungkinan yang menyebabkan kawanan paus ini terdampar. Aktivitas seismik dan gempa laut yang memengaruhi navigasi paus. Ada pula spekulasi tentang pengaruh cuaca ekstrem, limbah, hingga penyakit.

Selandia Baru merupakan salah satu negara yang memiliki kasus mamalia laut terdampar tertinggi di dunia dengan sekitar 300 lumbalumba dan paus berakhir terdampar di pantai negeri itu setiap tahunnya. Seperti diberitakan AP, Farewell Spit diduga membingungkan bagi kawanan paus sebab kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. Tim Jonah Project mengatakan perairan dangkal tampaknya membingungkan paus dan menghambat kemampuan mereka melakukan navigasi. Peristiwa Jumat ini menjadi yang terbesar ketiga dalam catatan sejarah. Sebelumnya, pada 1918, sekitar 1.000 paus pilot terdampar di Pantai Pulau Chatham. Selanjutnya pada 1985, 450 paus juga terdampar di Pantai Auckland. (Bro/M-1)

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Dalam Keikhlasan dan Kekhusyukan

👤Agus Mulyawan 🕔Minggu 22 Juli 2018, 00:00 WIB
SEPERTI tangan-tangan yang menggapai di pintu Kabah, begitulah perasaan jiwa ketika akhirnya bisa menatap Baitullah di akhir Juni lalu....
 MI/PANCA SYURKANI

Rusia yang Bersatu

👤FOTO DAN TEKS: MI/PANCA SYURKANI 🕔Minggu 13 Mei 2018, 01:05 WIB
JUTAAN warga mengular sepanjang 6 kilometer, melangkah perlahan menuju Lapangan Merah,...
MI/Tiyok

Dari Kos-kosan Menuju Pesantren

👤MI/Tiyok 🕔Sabtu 05 Mei 2018, 00:05 WIB
TERPIDANA kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E), Setya Novanto alias Setnov, mulai Jumat (4/5) menjalani hukumannya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya