Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Pertiwi: Interpretasi Baru Warisan Nusantara dari Jenama SukkhaCitta

Nike Amelia Sari
29/8/2025 17:13
Pertiwi: Interpretasi Baru Warisan Nusantara dari Jenama SukkhaCitta
Koleksi Pertiwi: A Modern Heritage Edit(Dok: SukkhaCitta)

MEMASUKI usia ke-9, jenama fesyen SukkhaCitta merayakan perjalanannya dengan meluncurkan Pertiwi: A Modern Heritage Edit. Koleksi ini bukan sekadar rangkaian busana, melainkan sebuah refleksi identitas dan akar budaya Indonesia. Koleksi ini terdiri dari kebaya, beskap, dan kain tradisional dihadirkan kembali dengan pendekatan modern, yang menghadirkan potongan tegas, detail puitis, serta sentuhan elegan yang relevan dengan masa kini.

Lebih dari sekadar mode, koleksi ini adalah penghormatan bagi Ibu Pertiwi (tanah, ingatan, sekaligus sumber kehidupan) serta bagi para perempuan yang menjaga keberlanjutan melalui kerja tangan mereka seperti pada petani, perajin pewarna alami, dan penenun.

Ibu Pertiwi, Simbol Kehidupan dan Ingatan

Dalam tradisi Indonesia, bumi kerap disebut sebagai Ibu Pertiwi, bukan hanya konsep, melainkan sesuatu yang hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari yaitu dari aroma panen hingga serat kain yang dipintal secara tradisional.

Regenerasi alam dan budaya berlangsung melalui tangan perempuan. Mereka menjadi inti dari proses ini, bukan sekadar pelaku pendukung, melainkan denyut nadi yang menjaga kehidupan tetap berlanjut. Pertiwi diciptakan sebagai persembahan bagi mereka yaitu Penjaga Ibu Pertiwi.

“Bagi kami, mereka adalah nadi yang menghidupkan regenerasi. Pahlawan sejati yang menjaga kesinambungan. Pertiwi adalah cara kami menghormati mereka,” kata Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) SukkhaCitta, Denica Riadini-Flesch, melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Kamis (28/8). 

Warisan yang Ditafsir Ulang

Di bawah arahan kreatif Anastasia Setiobudi, koleksi ini menampilkan dialog antara masa lalu dan masa kini. Tiap siluet menjadi jembatan antara kelembutan dan kekuatan, ritual, dan keseharian.

Berikut beberapa koleksinya:

1. Pertiwi Kebaya: reimajinasi struktural dengan tiga cara pemakaian, hadir dalam warna simbolik ThreeBark Red dan Nature White.

2. Kebaya vest: interpretasi busana sehari-hari dengan bordir senada dan jahitan yang presisi.

3. Pagi Sore dan Anyam Kain: kain multifungsi dengan drape yang mengalir anggun, dapat dikenakan dengan berbagai gaya.

4. Beskap dan Light Beskap: penghormatan pada tradisi yang dirancang ulang dengan sentuhan modern, bahkan sempat dikenakan di panggung dunia oleh Chris Martin dari Coldplay.

Semua karya dibuat dari serat alami, ditenun manual tanpa mesin maupun bahan kimia, serta diwarnai dengan tanaman penyembuh. Warna memiliki makna simbolik yaitu putih untuk permulaan, merah untuk pertumbuhan, dan hitam sebagai kekuatan.

“Pertiwi adalah bisikan lembut tentang perubahan. Kelembutan menjadi kekuatan, keanggunan adalah kemudahan, dan keindahan adalah rasa memiliki. Inilah modern heritage—hidup, personal, dan penuh makna," ungkap Anastasia Setiobudi, Creative Director SukkhaCitta.

Regenerasi di Balik Setiap Benang

Lebih dari desain, koleksi ini menekankan keberlanjutan. Kapas murni ditenun dengan teknik tradisional tanpa listrik, sementara warnanya lahir dari tumbuhan yang dahulu digunakan sebagai tanaman penyembuh yaitu indigo, buah emas, kayu secang yang hidup mengikuti musim.

Warisan yang Hidup Kembali

Di ulang tahunnya yang ke-9, SukkhaCitta mengajak masyarakat untuk kembali merayakan akar budaya dengan cara yang lebih sadar. Pertiwi menjadi wujud bagaimana warisan dapat lahir kembali, bukan sekadar pakaian, melainkan simbol ingatan leluhur, kekuatan perempuan, dan jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Koleksi Pertiwi: A Modern Heritage Edit sudah tersedia di butik SukkhaCitta ASHTA District 8, Plaza Indonesia dan di situs resmi SukkhaCitta.(M-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya