Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM situasi saat ini, faktor geopolitik tidak lagi menjadi variabel eksternal, melainkan telah menjadi core driver ekonomi global.
Konflik kawasan, ketegangan energi, serta fragmentasi perdagangan internasional dinilai telah mendorong volatilitas harga energi, mengganggu rantai pasok global dan menahan laju penurunan inflasi
“Dunia usaha harus memahami bahwa geopolitik hari ini adalah bagian dari risk management bisnis. Ini bukan lagi isu negara, tapi isu korporasi,” tegas Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan, Azka Aufary Ramli.
Lebih lanjut, Azka melihat bahwa kebijakan bank sentral global yang masih cenderung menahan suku bunga tinggi akan berdampak pada: terbatasnya likuiditas, biaya modal yang mahal dan penundaan ekspansi bisnis
Hal ini menjadi tantangan serius bagi pelaku usaha, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.
Dalam analisisnya sebagai pengamat ekonomi politik internasional, Azka menyoroti bahwa dunia saat ini bergerak dalam pola multi-speed economy, di mana:
• Amerika Serikat masih didorong oleh sektor teknologi dan AI
• Eropa mengalami stagnasi pertumbuhan
• China menghadapi tekanan struktural
• India dan kawasan Asia Selatan menjadi motor pertumbuhan baru
“Globalisasi hari ini tidak lagi seragam. Setiap kawasan memiliki ritme pertumbuhan sendiri. Ini membuka peluang, tapi juga meningkatkan kompleksitas strategi bisnis,” jelasnya.
Azka juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai faktor disruptif yang memiliki dua sisi:
• Mendorong produktivitas dan efisiensi
• Berpotensi menciptakan bubble dan ketimpangan baru
“AI adalah game changer, tetapi tanpa manajemen risiko yang baik, ia juga bisa menjadi sumber instabilitas baru dalam sistem ekonomi global,” tambahnya.
Sebagai Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan, Azka menghimbau para pengusaha untuk mengadopsi strategi yang lebih adaptif dan defensif, antara lain:
• Memperkuat cash flow dan efisiensi operasional
• Menghindari ekspansi agresif tanpa mitigasi risiko
• Mengintegrasikan analisis geopolitik dalam perencanaan bisnis
• Mencari peluang di sektor-sektor resilient seperti digital, energi, dan ekonomi berbasis komunitas
“Era saat ini menuntut pengusaha tidak hanya cerdas secara bisnis, tetapi juga peka terhadap dinamika global. Adaptasi dan ketahanan menjadi kunci utama,” tutup Azka. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved