Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Lobi Luhut Ikut Muluskan APBN

Nov/X-3
31/10/2015 00:00
Lobi Luhut Ikut Muluskan APBN
(Sumber: Sidang Paripurma DPR/Tim MI)

SETELAH melalui forum lobi yang panjang sebagai jalan terakhir dalam rapat paripurna DPR, RAPBN 2016 akhirnya disetujui oleh DPR untuk disahkan menjadi APBN 2016, pukul 21.15 WIB, tadi malam.

Pemerintah mengirim Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan untuk memuluskan pengesahan APBN 2016 tersebut.

Luhut diterima pimpinan DPR dan dilakukan pertemuan tertutup selama sekitar 1 jam.

Ada dua kesepakatan yang tercapai dari forum lobi pemerintah itu.

Kedua hal itu ialah DPR RI dapat menyetujui RUU tentang RAPBN 2016 untuk disahkan menjadi undang-undang dengan syarat seluruh catatan fraksi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam UU APBN 2016 yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah.

Selain itu, mengenai penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN dikembalikan kepada komisi-komisi terkait yang akan dibahas dalam APBN-P 2016.

"Apakah draf hasil lobi ini bisa disetujui?" tanya Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan saat memimpin sidang yang dibuka lagi pukul 20.35 setelah diskors pada pukul 17.00 tersebut.

"Setuju..!!!" sahut mayoritas anggota DPR tanpa interupsi. Taufik pun mengetukkan palu tanda pengesahan.

Fraksi Partai Gerindra, yang sebelumnya menjadi satu-satunya penolak RAPBN 2016, akhirnya juga menerima.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR Ahmad Muzani mengatakan langkah Gerindra menyetujui RAPBN menjadi APBN 2016 karena melihat APBN merupakan instrumen penting dalam pembangunan infrastruktur.

"Kami percaya komitmen pemerintah akan dilaksanakan sungguh-sungguh. Setiap uang negara yang dikeluarkan betul-betul untuk kepentingan rakyat," tandasnya.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengapresiasi catatan dan masukan seluruh fraksi di DPR.

"Pemerintah akan memerhatikan catatan dari seluruh fraksi termasuk dari Gerindra mengenai optimalisasi pendapatan negara dan belanja prorakyat serta penyertaan PMN kepada BUMN yang langsung bersentuhan dengan masyarakat."

Total anggaran APBN 2016 Rp2.095 triliun dengan defisit Rp273,2 triliun.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya