Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Saat Uang Pensiun Berubah Jadi Puzzle

Tes/S-2
30/10/2015 00:00
Saat Uang Pensiun Berubah Jadi Puzzle
(MI/VIA)
APA jaminan bagi kehidupan seseorang begitu usia senja menghampiri? Sebagian besar tentu akan berpikir sama, yaitu uang pensiun atau tabungan hari tua. Para pekerja bahkan rela penghasilan mereka dipotong beberapa persen demi kesejahteraan di kala tenaga tak lagi sekuat masa muda.

Yang mungkin akan berbeda ialah bagaimana setiap orang memanfaatkan uang pensiun atau tabungan di hari tua mereka. Sebagian orang bakal bersikap hati-hati menggunakannya mengingat jumlahnya yang tidak sebanyak akumulasi pendapatan. Namun, ada pula yang lupa diri, dengan segala macam penyebabnya, menghabiskan uang hari tua dalam sekejap.

Seorang pensiunan asal Tiongkok, Luo, begitu dia dipanggil, barangkali contoh paling ekstrem yang pernah ada dalam hal penggunaan uang pensiun. Akibat kelainan mental yang diidapnya setahun terakhir ini, mantan dokter hewan di peternakan hewan sejak 1970-an itu dengan enteng menarik seluruh tabungannya senilai puluhan ribu yuan di bank dan kemudian menyobek-nyobeknya tanpa sisa.

Peristiwa menghebohkan itu terungkap saat anak Luo meminta buku tabungan pensiunan Luo untuk menyetorkan sejumlah uang ke bank. Betapa terkejutnya si anak begitu mengetahui rekening ayahnya bersaldo nihil. Selidik punya selidik, sang ayah diketahui telah menarik seluruh uangnya.

Barangkali tidak terlalu menjadi masalah jika uang itu dihabiskan untuk menggapai kebahagiaan, semisal membeli barang mewah atau berlibur keliling dunia. Namun, yang ini amat tragis, Luo memilih menggunting ribuan kertas yuan itu tanpa menyisakan uang utuh satu lembar pun. Potongan lembaran uang nominal 100 yuan tersebut ditemukan dalam kotak yang disimpan di kamar tidur Luo.

Beruntung seluruh anggota keluarga Luo memahami bahwa pria itu baru saja mengalami titik kritis dari penyakit yang dideritanya. Luo menjelma seperti anak kecil yang tak paham dengan dampak di balik tindakannya.

"Dia bekerja keras sepanjang hidupnya demi tabungan pensiun yang layak. Sekarang dia habiskan dalam sekejap dan begitu kembali ke akal sehatnya, ayah saya benar-benar sedih," ungkap putra Luo kepada Dailymail.co.uk.

Tak ingin melihat ayahnya larut dalam kesedihan, sang anak berinisiatif membawa potongan ribuan uang yuan itu ke bank perkreditan rakyat lokal di Tiongkok. Harapannya agar potongan uang bak puzzle tersebut dapat kembali normal.

"Hebatnya, bank mau menerima serpihan uang kertas yang mencapai 47.600 yuan disobek menjadi 2.000 bagian. "Ini pertama kalinya kami menghadapi ribuan uang yuan yang sengaja dipotong seperti puzzle. Jelas merupakan tantangan, tapi kami berusaha semampu kami," tutur Direktur Serikat Kredit Wang Jun.

Bank bahkan sampai harus membentuk tim khusus terdiri dari 13 pekerja dan menambah 5-6 jam waktu kerja demi misi tersebut. Wang menyebut proses penyatuan itu akhirnya selesai dalam waktu sekitar satu minggu. Kini, beruntunglah Luo karena uang pensiunnya tidak jadi hancur menjadi sobekan-sobekan kertas tak bernilai.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya