Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PADA triwulan II 2025, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12%. Hal ini ditunjukkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang resmi diterbitkan beberapa waktu lalu.
Pertumbuhan ini didukung oleh sektor-sektor utama seperti industri pengolahan dan pertambangan yang berhasil menyumbang sekitar 63,6% produk domestik bruto (PDB). Meski demikian, para pelaku industri masih menghadapi tantangan dalam menjaga produktivitas yang tinggi dan efisiensi biaya.
Menjawab tantangan tersebut, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), penyedia teknologi dan solusi pelumasan, menghadirkan rangkaian pelumas sintetis Mobil™ yang dirancang khusus untuk membantu industri meningkatkan uptime, menekan konsumsi energi, dan memperpanjang usia pakai mesin dan peralatan.
"ExxonMobil berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan sektor industri di Indonesia dengan menawarkan solusi pelumasan canggih untuk menghadapi tantangan kompetitif global. Melalui inovasi produk dan kemitraan strategis, kami memastikan para pelanggan dapat mengandalkan mesin dan peralatan secara maksimal, sekaligus berkontribusi untuk industri yang berkeberlanjutan," ujar Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), Syah Reza dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (29/8).
Selama lebih dari satu abad, ExxonMobil memimpin dalam teknologi pelumasan global dan dipercaya oleh lebih dari 35.000 Original Equipment Manufacturer (OEM) di seluruh dunia. Melalui riset dan pengembangan yang berkelanjutan, ExxonMobil menghadirkan pelumas sintetis berperforma tinggi yang dirancang untuk mengoptimalkan kinerja mesin dan peralatan industri, mengurangi biaya pemeliharaan, dan mendukung target keberlanjutan industri.
Pelumas sintetis berbeda dari pelumas mineral konvensional karena diformulasikan dengan molekul dasar buatan dan aditif berteknologi tinggi, menghasilkan struktur molekul yang murni, seragam, dan stabil. Formulasi ini memberikan stabilitas termal lebih baik, ketahanan oksidasi lebih tinggi, dan berpotensimeningkatkan produktivitas lebih tinggi dibanding pelumas mineral konvensional.
"Pelumas sintetis Mobil™ didesain dengan indeks viskositas tinggi dan stabilitas termal yang unggul, memastikan kinerja pelumasan optimal bahkan pada suhu operasi ekstrem. Hal ini memungkinkan komponen mesin dan peralatan industri terlindungi lebih baik dari keausan. Selain itu formulasi sintetis juga membantu menurunkan suhu operasi, pengurangan gesekan, menghemat energi, serta mengurangi frekuensi perawatan," jelas Business Development Commercial Lubricants PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) FX Yanto.
Pelumas sintetis modern seperti Mobil SHC 600 Series, Mobil Rarus SHC 1020 Series, Mobilith SHC Series, Mobil Delvac 1™ dan Mobil Glygoyle Series dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan aplikasi industri berat. Produk-produk ini mencakup pelumas roda gigi, kompresor, hidrolik, alat berat, turbin, hingga bearing dengan kinerja tinggi. Selain manfaat ekonomis, adopsi pelumas sintetis sejalan dengan agenda keberlanjutan yang semakin menjadi fokus industri.
Dalam seminar bertajuk 'Synthetic Lubricant yang diselenggarakan EMLI baru-baru ini di Bali, berbagai studi kasus dari sektor pertambangan hingga manufaktur di Indonesia menunjukkan teknologi pelumasan Mobil membantu perusahaan meningkatkan uptime, menghemat konsumsi energi, hingga memperpanjang umur komponen mesin atau peralatan. Dengan portofolio produk pelumas sintetis unggulan ini, EMLI akan terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis industri nasional, mendukung operasional yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan. (Fal/E-1)
Air hujan memiliki kadar asam yang cukup tinggi, apalagi di wilayah berikilm tropis seperi Indonesia yang mencapai 4,5 sampai 5,6 potensial Hidrogen (pH).
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved