Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini perusahaan di Indonesia telah memprioritaskan peningkatan customer experience (pengalaman konsumen) secara signifikan. Di tahun ini perusahaan yang fokus pada kepuasan pelanggan telah meningkat menjadi 72% dari 2023 sebesar 56%.
Itu terungkap dari studi yang dilakukan Neurosensum bekerja sama dengan Surveysensum mengungkap hasil studi komprehensif tentang customer experience di Indonesia. Studi ini menyoroti perkembangan strategi pemahaman terkait kepuasan pelanggan di Indonesia.
Sekadar informasi, Neurosensum ialah perusahaan konsultan riset pasar terkemuka yang berkhusus pada kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan berbasis neuroscience. Surveysensum ialah platform survei dan analitik omnichannel berbasis AI.
Dengan teknologi Surveysensum, studi ini menganalisa lanskap pengalaman konsumen di Indonesia dengan cakupan studi yang dilakukan oleh lebih dari 180 profesional di bidang customer experience (CX) pada sektor perbankan/keuangan 15%, otomotif 13%, asuransi 12%, telekomunikasi 12%, SAAS 11%, ritel 9%, transportasi 7%, layanan kesehatan 6%, consumer durables 5%, perhotelan 4%, pendidikan 2%, manufaktur 2%, dan media 1%. Tingkat pengalaman responden dikategorikan sebagai manajer senior 33%, manajer 21%, AVP/VP/pemimpin senior: 19%, C Suite (direktur, CXO) 15%, karyawan tingkat junior 12%.
Baca juga : RITS dan Telmark Kerja Dukung Proyek Sistem Pembayaran Tol Terbaru
Studi ini juga memperkenalkan kerangka customer experience maturity dalam tiga tahap. Pertama, passive stage yaitu perusahaan yang masih menggunakan analisis manual dan melakukannya berdasarkan kebutuhan/ad hoc dan bukan bagian dari strategi keseluruhan. Kedua, reactive stage yaitu perusahaan mulai menggunakan dashboard analisi otomatis agar feedback terintegrasi langsung antardepartemen. Mereka akan melakukan tindakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan dengan pelanggan yang tidak puas.
Ketiga, proactive stage yaitu perusahaan sudah sadar penuh dengan kebutuhan customer experience dengan menggunakan sistem analisis teks berbasis AI, analisis potensi penurunan pelanggan. Perusahaan sudah menggunakan data close loop untuk melakukan perbaikan pada produk maupun proses secara berlanjut.
Baca juga : Tidak hanya Inovasi, Perusahaan Mesti Perhatikan Kepuasan Pelanggan
Berdasarkan data yang diambil, ditemukan bahwa saat ini kematangan pengalaman konsumen di Indonesia sudah berada dalam tahap reaktif bersamaan dengan Malaysia dan Thailand melampaui Filipina, Vietnam, dan Bangladesh yang masih dalam tahap pasif. Sedangkan saat ini yang sudah lebih siap yaitu India, Rusia, Dubai, Australia, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.
Ada sejumlah tantangan. Pertama, kurangnya sumber daya yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan kemampuan. Berdasarkan data, NPS/CSAT sudah seperti KPI tetapi tidak ada tindakan yang diambil atas data yang diterima. Tim yang sudah menggunakan customer experience belum menggunakan sistem yang mumpuni. Misalnya, pengambilan keputusan oleh pemimpin dalam pengalaman konsumen.
Kedua, kemampuan teknologi menjadi hambatan utama. Sebanyak 63% responden menyatakan bahwa mereka tidak memiliki sistem teknologi yang terintegrasi dan menurut 55% lain ialah kurangnya tampilan data/profil customer yang terkonsolidasi. Ketiga, tidak ada dukungan dari departemen lain. Sekitar 54% responden menyatakan sangat sulit untuk bekerja sama dalam peningkatan customer experience ke departemen lain.
Berdasarkan data tersebut, Commercial Director Surveysenum Vika Indriyasari menambahkan bahwa terdapat tiga elemen yang harus dimiliki oleh program customer experience yang unggul. Elemen pertama ialah investasi dalam tim dan peningkatan keahlian tim customer experience. Elemen kedua ialah teknologi yang lebih mumpuni. Ini terdiri dari platform feedback untuk pengalaman konsumen, analisis teks berbasis AI, analisis prediktif untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan mendatang. Elemen ketiga ialah integrasi teknologi antarpemangku kepentingan di perusahaan. (Z-2)
SUVEI Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Februari 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap kuat di tengah isu naiknya harga minyak dunia.
Samyang Foods Indonesia mengumumkan penyesuaian harga pasokan ritel tahap kedua. Ini dilakukan untuk meningkatkan keterjangkauan dan memperluas akses konsumen.
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Meningkatnya kompleksitas teknis konsol gim menjadikan proses perbaikan perangkat hiburan digital sebagai aktivitas berisiko tinggi apabila tidak ditangani secara tepat.
Menurut Niti, tanpa adanya insentif, khususnya untuk mobil listrik, harga kendaraan listrik akan melonjak dan berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian serba cepat dan berbasis lokasi, perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan baru.
Dari total barang yang tercatat, terdiri atas 418 barang berharga, 2.177 barang biasa, serta 54 barang berupa makanan.
Ini merupakan program belanja yang diluncurkan bertepatan dengan perayaan 1st Anniversary AEON MALL Deltamas pada bulan Maret 2025 lalu.
Pekerjaan peremajaan PLN itu akan berlangsung selama 4 jam, mulai Jumat (31/10) pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (1/11) pukul 02.00 WIB.
"Kami memahami bahwa pelanggan menginginkan pengalaman belanja groceries yang bukan hanya praktis, tapi juga selalu bisa diandalkan."
PERAN pengemudi taksi bukan hanya sebagai pengantar perjalanan, tetapi juga penjaga keselamatan pelanggan yang menambah arti di setiap momen penting maupun genting.
PENGGUNAAN Penggunaan chatbot untuk bisnis di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Teknologi NLP
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved