Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADS Senin (11/12), Visa Inc, pemimpin dunia dalam pembayaran digital, merilis Holiday Edition Threats Report, yang mengantisipasi peningkatan aktivitas penipuan selama musim liburan di seluruh transaksi, baik dengan kartu fisik (card-present atau CP) maupun secara online (card-not-present atau CNP).
Laporan baru ini mengidentifikasi taktik penipuan yang diperkirakan akan marak terjadi hingga Januari 2024 dikarenakan adanya peningkatan pesat dalam aktivitas e-commerce dan pembelanjaan secara langsung di segmen ritel dan perhotelan.
Visa juga meluncurkan daftar kebiasaan baik dalam berbelanja yang aman dan terjamin yang dapat diikuti oleh konsumen.
Baca juga: Program 'Ibu Berbagi Bijak', Visa Rangkul 315 Pelaku UMKM di Tasikmalaya
Data dan transaksi dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa pelaku penipuan mengincar konsumen selama musim liburan.
Bahkan, data Visa menunjukkan bahwa dari kategori top merchant yang menjadi target penipu, tingkat penipuan pada musim libur tahun 2022 meningkat 11% dibandingkan di luar musim libur.
Angka ini meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Laporan Holiday Edition Threats Report Visa memperingatkan bahwa pelaku penipuan akan berusaha mengeksploitasi peningkatan minat dan urgensi konsumen untuk menemukan penawaran dan hadiah unik yang sering ditemukan pada promo musim liburan.
Beberapa temuan penting dari laporan tersebut meliputi:
• Skimming Digital:
Meningkatnya belanja online turut membuka peluang yang lebih besar bagi para penipu untuk membobol data akun dari pedagang e-commerce dan menghasilkan uang dari situ.
• Phishing dan Social Engineering:
Kemajuan kecerdasan buatan (AI) selama setahun terakhir memungkinkan pelaku penipuan untuk menyesuaikan kampanye phishing sehingga menyulitkan konsumen untuk mengenali penipuan.
Baca juga: Studi Visa: Tren Traveling Pasca-Pandemi Lampaui Masa Pra-Covid-19
Penipu juga membuat situs web phishing, sering kali menggunakan malvertising (iklan berbahaya) dan taktik pengoptimalan mesin pencari (SEO) terlarang lainnya di situs web ritel atau layanan untuk memikat korban.
• Skimming ATM / POS:
Dengan meningkatnya lalu lintas pengunjung di toko-toko fisik dan ATM, para pelaku penipuan kemungkinan besar akan menargetkan terminal ATM dan Point of Sale (POS) dengan serangan skimming.
• Penipuan Bypass OTP dan Provisioning Fraud:
Visa mengidentifikasi banyak skema penipuan dengan one-time-passcode (OTP) untuk mendapatkan akses ke akun pemegang kartu. Dalam skema ini, pesan palsu permintaan OTP dikirimkan kepada korban terkait dengan pembelian yang diinginkan.
• Pencurian Fisik: Pelaku penipuan dapat mencoba mencuri kartu pembayaran dan/atau ponsel secara fisik dari konsumen yang tidak menaruh curiga di toko ritel yang ramai, pusat perbelanjaan, atau tempat parkir.
Baca juga: Gaya Hidup Serba Digital Generasi Muda Dorong Menuju 'Cashless Society'
"Para pelaku kejahatan sudah bersiap sepanjang tahun untuk beraksi di musim-musim liburan, termasuk di akhir tahun, memanfaatkan peningkatan aktivitas dan kelengahan konsumen dalam berbelanja," ujar Riko Abdurrahman, Presiden Direktur Visa Indonesia.
"Di Visa, kami berkomitmen terhadap keamanan dan keandalan. Kami juga berkomitmen memantau ancaman di jaringan kami selama 24 jam sehari, bahkan pada masa-masa tersibuk sepanjang tahun," jelasnya.
"Konsumen bisa merasa tenang di musim liburan karena tim ahli Visa bekerja sepanjang waktu untuk mencegah penipuan," kata Riko.
"Tentunya, pertahanan pertama ada pada masing-masing konsumen, jadi mari kita tetap berhati-hati dalam berbelanja secara fisik maupun online," terangnya. (RO/S-4)
Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki riwayat kredit, bukan karena tidak mampu membayar, tetapi karena belum pernah diberi kesempatan untuk memulai
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan saat ini pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat hingga lebih 50 juta orang atau melebihi pengguna kartu kredit
HONEST, penerbit kartu kredit dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, telah menyelesaikan babak pendanaan yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) yang dipimpin oleh Orico.
Jeon Hye Bin kehilangan kartu kreditnya saat berlibur ke Bali, sang aktris langsung merugi sekitar 15 juta won (Rp178 juta) akibat transaksi ilegal.
Para traveler dapat mengoptimalkan poin dan miles yang dikumpulkan untuk merasakan pengalaman terbang di kelas bisnis hingga first class dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Survei terbaru mengungkap 25% Gen Z di AS mengandalkan kartu kredit sebagai solusi finansial, meski mayoritas tidak memiliki dana darurat.
Fitur belanja langsung (live shopping) tercatat diminati 80% konsumen program belanja daring Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025.
Program belanja daring Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 pada 10-16 Desember lalu mencatatkan total transaksi Rp36,4 triliun.
INDODANA PayLater sebagai penyedia solusi layanan pembiayaan buy now pay later yang sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjalin sinergi strategis dengan Alfagift.
Di toko fisik, pelanggan dapat mencoba berbagai perangkat secara langsung, mulai dari mencoba suara speaker, melihat kualitas layar, hingga mengevaluasi performa perangkat dapur.
FESTIVAL belanja dengan tanggal kembar akhirnya datang lagi! Lazada 11.11 memberikan diskon yang banyak untuk para pengguna.
Data terbaru menunjukkan, total waktu menonton di YouTube tumbuh hingga 20% dalam setahun terakhir, sementara waktu menonton konten bertema belanja melonjak hingga 400%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved