Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan permasalahan minyak goreng dan beras pada tahun ini berbeda dengan permasalahan di 2022 lalu. Terkait minyak goreng, menurut Arief, saat ini permasalahan utamanya terletak pada Minyakita yang mengalami kelangkaan di pasaran.
"Tantangan Minyakita ini ada perubahan regulasi untuk hak ekspor yang semula 1:9 menjadi 1:6. Seharusnya ada jeda waktu misalnya satu atau dua bulan dalam perubahan regulasi sehingga orang akan lebih siap," ungkapnya dalam Webinar Indonesia Policy Dialogue, Rabu (8/2).
Baca juga:
Meskipun Minyakita dikatakan menjadi tantangan utama, namun menurutnya stok minyak goreng premium masih aman dan mencukupi. Hal ini terlihat dari tersedianya minyak goreng premium di berbagai ritel dan pasar.
"Tahun lalu kan minyak goreng premium itu hilang. Tapi tahun ini ada semua dan harganya juga cukup murah, enggak seperti tahun lalu. Jadi minyak goreng ini masih aman dan stoknya ada," kata Arief.
Sementara itu, terkait dengan beras, permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah tidak seimbangnya antara kebutuhan dengan stok yang ada. Hal ini otomatis membuat harga beras meningkat.
"Kenapa harga beras masih tinggi, karena panennya belum bisa melebihi konsumsi. Tren tiap tahun sebetulnya sama, di masa sebelum panen harga pasti meningkat," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras yang tinggi seperti saat ini, Bapanas dikatakan telah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap 2,4 juta ton beras dari dalam negeri saat panen raya di periode Maret-Mei 2023. (OL-17)
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025.
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved