Rabu 02 November 2022, 22:20 WIB

Mentan Minta Industri Pakan Serap Jagung dari Petani Lokal

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Mentan Minta Industri Pakan Serap Jagung dari Petani Lokal

MI/LINA HERLINA
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong para pelaku usaha dan industri pakan untuk melakukan penyerapan jagung dan produk lokal seperti dedak yang diproduksi petani seluruh Indonesia.

"Saya berharap dengan adanya pabrik pakan disini akan memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, terutama penyerapan bahan baku pakan lokal seperti jagung, dedak dan sebagainya yang akan mendorong pengembangan ekonomi pedesaan," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (2/11).

Baca juga: Kinerja Moncer, Laba Berjalan BSML Melesat 250%

Lebih lanjut, Syahrul menambahkan bahwa berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS)mengenai struktur ongkos usaha peternakan, komponen pakan memiliki kontribusi 56,95% terhadap total biaya pada budidaya ayam ras pedaging di tingkat peternakan rakyat. Sedangkan untuk budidaya ayam ras petelur, kontribusi pakan mencapai 70,97%.

"Karena itu pabrik pakan dapat menyerap bahan baku pakan dari petani setempat, dan harga pakan untuk peternak lebih dapat terjangkau. Disisi lain saya berharap pabrik pakan memberikan pengaruh ke harga pangan asal ternak yang lebih kompetitif di tingkat konsumen. Yang pasti kita harapkan nantinya ada kerjasama yang saling menguntungkan, antara petani, dan peternak, serta masyarakat sekitar," kata Syahrul.

Menurutnya, pertanian dan peternakan adalah sektor yang memberi solusi kongkrit bagi tumbuh kembangnya sebuah ekonomi. Kontribusi keduanya bahkan terbukti menjadi kunci utama bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi krisis dunia.

"Inilah saatnya Indonesia bangkit menjadi negara yang lebih kuat dan ini tergantung kita semua. Kita mau tidak berkeringat, kerja benar dan jangan sampai kita korupsi. Hari ini kementan melalukan support sepenuhnya karena pertanian itu untuk rakyat, bangsa dan negara," tuturnya.

Sejauh ini, Syahrul menilai Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo mampu menguatkan ekonomi dari ancaman pandemi dan krisis lainya. Indonesia bahkan menjadi negara terkuat pada sistem ketahanan pangan setelah FAO dan IRRI memberi penghargaan swasembada beras selama tiga tahun berturut-turut.

"Dalam menghadapi global warming, dampak covid-19 dua tahun setengah, dimana ekonomi sedang tergoncang, pangan bersoal di seluruh negara, Indonesia adalah salah satu negara yang sangat survive menghadapi tantangan itu. Bahkan FAO dan IRRI memberikan penghargaan kepada Bapak Presiden terhadap bagaimana pertanian Indonesia menjadi kekuatan bangsa sekarang ini," pungkas Syahrul. (OL-6)

Baca Juga

 PRESIDENTIAL PALACE/AGUS SUPARTO

Presiden Minta Data Beras Dicermati agar Tidak Salah Ambil Kebijakan

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:49 WIB
Kepala Negara meminta seluruh kementerian/lembaga terkait yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional dan...
MI/Usman Iskandar

Tahun Depan, Pemerintah Setop Ekspor Bauksit Mentah

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:42 WIB
Keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Pemerintah menilai...
Antara

Pegiat Startup Apresiasi Keberhasilan Jokowi Dorong UMKM Go Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:08 WIB
Keinginan Presiden Jokowi agar UMKM go digital ini diakui sebagai terobosan bagus dalam mengikuti pergerakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya