Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengatakan, garis kemiskinan memang mengalami kenaikan baik dari perhitungan Bank Dunia maupun Badan Pusat Statistik (BPS).
Saat ini Bank Dunia mengubah basis perhitungan kategori masyarakat miskin berdasarkan Purchasing Power Parities (PPP) 2017. Dengan menggunakan PPP 2017, Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan ekstrem yaitu orang yang berpenghasilan USD 2,15 atau sekitar Rp32.250 per orang per hari (asumsi nilai tukar Rp15.000 per USD).
Baca juga: Pengamat Nilai Harga BBM Subsidi Belum Perlu Penyesuaian
Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan garis kemiskinan berdasarkan total pengeluaran bulanan dari setiap orang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Konsekuensinya memang akan mempengaruhi jumlah penduduk miskin. Mereka yang rentan miskin atau mendekati miskin sangat besar kemungkinan nya untuk jatuh menjadi miskin," ujar Piter saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (2/10).
Namun menurutnya, hal tersebut tidak sampai membuat kelompok menengah jatuh menjadi miskin. Penghasilan dan pengeluaran kelompok menengah cukup jauh diatas garis kemiskinan.
Piter melanjutkan, tentunya dalam hal ini pemerintah harus fokus untuk mengatasi kemiskinan pada kelompok yang rentan atau mendekati miskin, bukan kepada kelompok menengah.
"Fokus pemerintah seharusnya adalah bagaimana mencegah kelompok rentan atau mendekati miskin untuk tidak jatuh ke jurang kemiskinan," jelasnya.
Menurut Piter, untuk mencegah hal itu harus dengan menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat yang rentan atau mendekati kemiskinan, agar pemulihan ekonomi tidak terganggu.
"Yang harus pemerintah lakukan adalah memastikan pemulihan ekonomi tidak terganggu, dengan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Karena kemiskinan hanya bisa dilawan melalui penciptaan lapangan kerja," pungkasnya. (OL-6)
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Program yang bersifat gratis ini bertujuan mencetak pramudi profesional yang mandiri, berdaya saing, serta mengedepankan standar keselamatan dan pelayanan prima.
UPAYA membuka lapangan kerja berbasis rumah tangga dilakukan Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Ruang Tegal Muda (RTM) melalui penyelenggaraan Workshop Baking & Cooking Naik Kelas.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama dengan Yayasan Puspa Indah Mitra Kreatif dan Difapreneur menggelar Pelatihan Digital Marketing Difabel Setara Batch-4
BUKA lapangan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Bank Infaq Pusat menggelar Pelatihan Olahan Makanan Kekinian.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved