Rabu 28 September 2022, 13:43 WIB

Penetapan Harga Acuan Kedelai Berpotensi Picu Masalah Baru

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Penetapan Harga Acuan Kedelai Berpotensi Picu Masalah Baru

Antara
Petani menggiling kedelai di persawahan kawasan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (25/9)

 

RENCANA pemerintah untuk menetapkan harga acuan pembelian kedelai tidak mengatasi akar permasalahan produktivitas kedelai. Sebaliknya, langkah itu berpotensi menimbulkan masalah baru bagi pengrajin dan konsumen.

"Masalah utama pertanian kedelai adalah produktivitas dan tingginya ongkos produksi. Produktivitas yang kurang baik serta ongkos produksi yang tinggi, di antaranya karena skala usaha yang kecil, membuat kedelai yang dihasilkan tidak bisa bersaing dengan kedelai impor, yang selain kualitasnya bersaing, juga lebih terjangkau,” ungkap Head of Agriculture Research dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta dilansir dari keterangan resmi, Rabu (28/9).

Harga acuan pembelian yang direncanakan adalah sebesar Rp10 ribu per kilogram dengan tujuan untuk memberikan kepastian pendapatan bagi petani di saat harga kedelai sedang tinggi.

Memang, di saat harga tinggi seperti saat ini, harga acuan tersebut dapat menjamin pendapatan petani. Namun, di sisi lain, hal ini berarti pengrajin tahu dan tempe serta konsumen berpenghasilan rendah harus membeli bahan baku kedelai dengan harga tinggi.

Aditya menyebut, alih-alih menetapkan harga acuan pembelian, pemerintah perlu memikirkan kebijakan jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dan produktivitas kedelai. Hal ini tidak mudah mengingat berbagai keterbatasan yang ada.

Penggunaan teknologi pada pertanian kedelai masih terbilang minim. Hal tersebut juga tidak didukung oleh infrastruktur pendukung yang memadai.

Di sisi lain, petani lebih mengutamakan budidaya padi dan jagung yang terbilang lebih menguntungkan. Sedangkan kedelai umumnya diperlakukan sebagai tanaman selingan.

Selain itu, iklim tropis di Indonesia secara umum tidak terlalu cocok untuk kedelai yang hanya tumbuh subur di daerah sub-tropis, misalnya di Amerika Serikat, salah satu produsen terbesar dan eksportir utama kedelai ke Indonesia.

Selain itu drainase yang buruk juga menyebabkan tanah juga menjadi kurang ideal untuk pertumbuhan kedelai. Produksi kedelai di Indonesia harus menyesuaikan dengan pola dan rotasi tanam.

Penelitian CIPS merekomendasikan upaya peningkatan produktivitas lahan maupun tenaga kerja melalui penggunaan benih unggul, peningkatan akses petani terhadap pupuk, penanganan serangan hama / Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan penggunaan alat mesin pertanian atau mekanisasi.

Selain itu, juga dapat dilakukan perbaikan teknik budidaya, perbaikan dan perluasan jaringan irigasi, penggunaan modifikasi cuaca untuk mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pertanian.

Perlu diingat, kedelai adalah jenis tanaman yang membutuhkan kelembaban tanah yang cukup dan suhu yang relatif tinggi untuk pertumbuhan yang optimal. Sementara itu di Indonesia, curah hujan yang tinggi pada musim hujan sering berakibat tanah menjadi jenuh air.

Produksi kedelai domestik kian merosot tiap tahunnya. Berdasarkan data USDA, Indonesia menghasilkan 580.000 ton kedelai di tahun 2015 dan merosot 18% menjadi hanya 475.000 ton pada tahun 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun CIPS melalui Food Monitor, penurunan ini berbanding terbalik dengan jumlah total konsumsi nasional pada 2020 yang meningkat sebesar 15% mencapai 3.283.000 juta ton dari total konsumsi 2015 yang berjumlah 2.854.000 juta ton. (E-3)

Baca Juga

dok.tangkapan layar

Menteri PUPR Basuki Minta Inkindo jaga Kualitas Konsultan Kontraktor

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 09:20 WIB
MENTERI PUPR Basuki Hadimuljono meminta para konsultan kontraktor yang tergabung dalam Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) untuk...
MI/HO

Sengketa Ekspor Bijih Nikel RI-Uni Eropa, JAKI Dorong Reformasi WTO

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 07:40 WIB
ORGANISASI Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) terus berupaya membantu pemerintah RI dalam gugatan pelarangan ekspor bijih...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Program B35 Perlu Dukungan Pembiayaan Pemerintah agar Optimal

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 06:30 WIB
Pemberlakuan B35 diyakini bakal menyerap lebih banyak biodiesel, sehingga mampu menghasilkan penghematan penggunaan bahan bakar minyak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya