Senin 15 Agustus 2022, 11:50 WIB

Kado Spesial Kemerdekaan, Rektor IPB Apresiasi Swasembada Beras Indonesia

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Kado Spesial Kemerdekaan, Rektor IPB Apresiasi Swasembada Beras Indonesia

Dok. Pribadi
Rektor IPB Arif Satria

 

REKTOR IPB Arif Satria mengapresiasi capaian swasembada beras Indonesia selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, capaian tersebut merupakan kado istimewa bagi bangsa Indonesia yang genap berusia 77 tahun. Indonesia kata Arif sukses memenuhi kebutuhan pangannya sendiri di tengah anacaman pandemi Covid 19 dan juga krisis global lainya.

"Saya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan beras di masa pandemi covid 19 tanpa impor. Indonesia dipandang sebagai negara yang mampu berswasembada sekaligus memiliki resiliensi ketangguhan menghadapi covid 19. Penghargaan ini menjadi hadiah hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77," ujar Arif, Minggu, 14 Agustus 2022.

Arif menjelaskan, keberhasilan itu merupakan akumulasi dan kerja keras semua pihak, termasuk upaya jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengimplementasikan semua arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan produksi selama pandemi.

"Diantaranya pengembangan varietas unggul, intensifikasi dan ekstensifikasi, pemupukan yang lebih baik dan bijak, membangun bendungan, memperbaiki saluran irigasi, memanfaatkan sistem mekanisasi, pemberian kredit usaha rakyat dan pendampingan penguatan kelembaban petani," katanya.

Menurut Arif, semua program tersebut telah meningkatkan produktivitas padi nasional sehingga produktivitas Indonesia berada di nomor 2 tertinggi di Asia Tenggara. Program-program tersebut juga telah menyebabkan ketersediaan beras Indonesia relatif aman dan mencukupi.

Baca juga : Indonesia Swasembada Beras, Mentan SYL: Kejayaan Terulang

"Bahkan data survei stok beras yang dilakukan BPS berada di Kisaran 9,7 juta ton hingga 10,2 juta ton pada periode April hingga Juni 2022. Kita berterimakasih kepada para petani yang telah bekerja keras untuk mencapai swasembada ini," katanya.

Meski demikian, kata Arif, Indonesia masih dihadapkan pada banyaknya jumlah penduduk dan tingginya konsumsi beras perkapita selama 5 tahun terakhir. Karena itu, kata dia, Indonesia perlu berkeja lebih keras untuk mengoptimalkan semua laham intensifikasi, ekstensifikasi maupun program diversifikasi pangan berbasis bahan pangan lokal.

"Kita harus produktifkan lagi pertanian di lahan marginal seperti lahan rawa, lahan eks tambang, lahan pasang surut dan lahan dengan salinitas tinggi. Semua perlu dicarikan terobosan teknologi yang lebih visible," katanya.

Pada saat yang sama, Arif mengatakan perlunya menekan laju konversi lahan sawah produktif sebagai bagian dari upaya peningkatan ketersediaan pangan nasional. Kemudian diperlukan juga upaya penurunan food loss and food waste untuk mencapai pertanian yang presisi.

"Kita perlu menekan food lose yang saat ini mencapai kurang lebih 9 - 11 persen. Kita juga harus bisa merubah perilaku konsumen untuk bisa menekan yang saat ini kontribusinya hingga sampai 9 persen," jelasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara

Menkeu: Pemerintah Berusaha Maksimal Tekan Kemiskinan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 29 September 2022, 21:56 WIB
Salah satunya, melalui upaya perbaikan data oleh BPS dengan Registrasi Sosial dan Ekonomi. Dengan begitu, semua instrumen di APBN bisa...
HO

Bersama Dahua, IMS Sediakan Sistem Keamanan Terbaik

👤Widhoroso 🕔Kamis 29 September 2022, 21:16 WIB
SISTEM keamanan saat ini sudah menjadi kebutuhan penting terutama di...
Ist

Wamendag: 15 Negara Sepakat Dorong Percepatan Implementasi RCEP

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 20:37 WIB
Pertemuan 15 Menteri negara-negara penandatangan Regional Comprehensive Economic Partnersip (RCEP) dilaksanakan di Siem Reap,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya