Senin 08 Agustus 2022, 09:35 WIB

Dukung Percepatan Pemberantasan Pertambangan Ilegal

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Dukung Percepatan Pemberantasan Pertambangan Ilegal

MI/Denny Susanto.
Polda Kalsel menertibkan aktivitas tambang batu bara ilegal yang merambah kawasan hutan di Kecamatan Serongga, Kotabaru.

 

AKTIVITAS pertambangan ilegal terjadi di sejumlah daerah Indonesia, tak terkecuali wilayah operasi Grup Mind Id. Komoditas utama yang menjadi sasaran ialah timah, emas, batu bara, dan nikel. Karenanya, BUMN Holding Industri Pertambangan mendukung inisiatif dan gagasan pemerintah dalam membentuk Satuan Tugas Nasional Penanggulangan Penambangan Tanpa Izin.

Mind Id atau Mining Industry Indonesia beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (persero), dan PT Timah Tbk. Direktur Hubungan Kelembagaan Mind Id Dany Amrul Ichdan mengatakan kegiatan pertambangan ilegal terjadi di wilayah operasional Antam yakni unit bisnis pertambangan nikel Konawe Utara dan pertambangan emas di Jawa Barat; sekitar wilayah operasional Bukit Asam di Muara Enim; dan wilayah operasional Timah di Kepulauan Bangka dan Belitung; serta di Freeport Indonesia dan PT Vale Indonesia Tbk.

"Kegiatan pertambangan ilegal di wilayah Antam berdampak pada hilangnya cadangan bijih mineral, kerusakan lahan, pencemaran logam berbahaya di sungai, terjadi sedimentasi, hingga kerusakan fasilitas perusahaan," kata Dany.
Sedangkan dampak negatif pertambangan ilegal di Bukit Asam telah membuat genangan air pada lahan bekas tambang dan mencemari aliran air karena air asam tambang (AAT) tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Dany menambahkan, para pelaku penambangan ilegal tidak menggunakan peralatan sesuai dengan standar keselamatan dan tidak menggunakan APD (alat pelindung diri) ketika bekerja, baik pada tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. "Kondisi ini sangat berbahaya serta mengancam keselamatan dan kesehatan manusia," kata Dany.

Di wilayah Timah pun demikian. Aktivitas penambangan ilegal di sekitar lokasi tersebut telah berdampak pada kerusakan sumber daya dan cadangan timah di dalam wilayah operasionalnya. Berdasarkan monitoring dari citra satelit, kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas tambang darat ilegal luasnya mencapai kurang lebih 60.000 hektare.

Melihat dampak yang begitu signifikan, Mind Id mendorong tindakan percepatan penanggulangan penambangan tanpa izin dengan cara kolaborasi yang terintegrasi antarintansi lembaga terkait serta pemberdayaan masyarakat. "Inventarisasi data atas pertambangan tanpa izin menjadi sangat penting sebagai upaya penanganan dan penanggulangan pengusahaan tanpa izin secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Untuk itu, didorong terbangunnya sistem dan dashboard monitoring ilegal mining yang terpadu," ujar Dany.

Mind Id siap mendorong untuk pelaksanaan pilot project penanganan illegal mining di lokasi pertambangan Timah yang saat ini sangat masif kegiatannya. Bila tidak segera ditindak, aktivitas ilegal tersebut akan berdampak luas terhadap ekonomi, sosial, kesehatan, dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan langkah terukur, tegas, dan terpadu dalam penanggulangannya. (RO/OL-14)

Baca Juga

Ist

Hunian Nyaman dengan Harga Terjangkau untuk Kaum Milenial

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 15:38 WIB
Tingginya kebutuhan akan hunian dengan harga terjangkau untuk kaum milenials membuat para pengembang sektor perumahan semakin serius dalam...
Antara/Yulius Satria Wijaya

Manfaatkan Tren,LPKR Garap Proyek Rumah Tapak, Township dan Logistik

👤Mediandonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 14:31 WIB
Permintaan lahan industri bertumbuh karena bisnis-bisnis yang telah berkembang melihat peluang melampaui pandemi...
Dok Setpres

Kebijakan Bantalan Sosial BBM Wujud Keberpihakan Pemerintah pada Rakyat

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 13:37 WIB
Menurutnya, kebijakan bantalan sosial Presiden Jokowi ini mampu mengontrol daya beli masyarakat terhadap kenaikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya