Sabtu 28 Mei 2022, 14:18 WIB

Badan Pangan Nasional Dorong Penguatan Harga Gula Di Tingkat Petani Maupun Konsumen

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Badan Pangan Nasional Dorong Penguatan Harga Gula Di Tingkat Petani Maupun Konsumen

Antara
Antrean truk pengangkut tebu di Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/5)

 

BADAN Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) saat ini tengah berupaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, salah satunya komoditas gula.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menegaskan seluruh pabrik gula dapat membeli gula kristal putih produksi petani tebu rakyat sesuai harga di tingkat petani yang berlaku saat ini yakni Rp11.500 per kilogram, meningkat Rp1.000 dari tahun lalu.

"Rp11.500 itu harga minimal, kalau nanti lelangnya Rp12.000, ya harus dibeli Rp12.000. Kenapa demikian? karena produksi itu pasti ikut kalau kesejahteraan petani baik dan di tingkat hilirnya, kita juga jaga harga di tingkat konsumen, yakni di harga Rp13.500," ungkapnya saat meninjau Pabrik Gula (PG) Krebet Baru yang dikelola PT PG Rajawali1 member of ID FOOD, Sabtu (28/5).

Menurut Arief, pabrik-pabrik gula yang dikelola BUMN seperti ID FOOD, PTPN maupun sektor swasta dapat menjaga keseimbangan selain harga di tingkat hulu atau petani, tapi juga harga di hilir atau tingkat konsumen.

"Pabrik Gula Krebet ini bisa dijadikan contoh untuk PG di indonesia, karena kemitraan dengan petaninya sudah terjalin lebih dari 50 tahun. Keistimewaan PG ini terbesar, masih dimiliki BUMN 100% yang dikelola Holding Pangan ID FOOD dan bekerja sama dengan petani di sekitar pabrik sampai ke beberapa kabupaten lain di Jatim," kata Arief.

"Hulu hilir harus seimbang. Jadi jangan di hulunya saja dijaga agar inflasinya bagus, tapi hilirnya tidak diperhatikan. Di hulu, harga telur misalnya, harga beras dan padi, ayam, terutama produk - produk yang bisa diproduksi dalam negeri dan tidak impor. Hal ini sebagaimana yang diamanahkan Presiden Joko Widodo untuk mengoptimalkan produk pangan lokal," lanjutnya.

Arief pun mengimbau pedagang yang terlibat dalam komoditas terutama gula, jangan mau untuk membeli murah saja.

"Kalau pemerintah menyampaikan harganya Rp11,500, harga lelang di bawah itu ya dibatalkan, supaya tingkat kesejahteraan petani juga meningkat, kemudian tebunya di pabrik gula itu sustain, masuk terus," tegas Arief.

Sementara itu, Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan menambahkan bahwa saat ini pabrik gula yang dikelola ID FOOD Group telah memasuki musim giling pada 2022. "Target produksi gula dari musim giling tahun ini sebesar 283.691 ton," ujar Frans.

Lebih lanjut, Frans merinci target dari jumlah tebu tergiling sebanyak 3.6 juta ton tebu dengan produktivitas sebesar 76 ton/ha dan target rendemen sebesar 7,74%.

Frans menekankan bahwa Holding Pangan ID FOOD melalui pabrik-pabrik gula yang dikelolanya mendukung program pemerintah dalam kemandirian pangan gula nasional. (E-3)

Baca Juga

Dok Modernland

Saat Pandemi, Modernland masih Mampu Catat Laba Rp458 M

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:10 WIB
Perseroan membukukan penjualan pemasaran Rp1,4 triliun. Segmen residensial mendominasi dengan Rp1,1 triliun, meski turun 18% ketimbang...
MI/BENNY BASTIANDY

Masuk Status Darurat, Daerah Dapat Geser Anggaran untuk Wabah PMK

👤 Indriyani Astuti 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 18:15 WIB
Untuk melakukan pergeseran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), kepala daerah dapat melakukan perubahan Peraturan Kepala Daerah...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Indonesia Ajak Negara Lain Berkontribusi pada Dana Perantara Keuangan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 17:50 WIB
FIF diharapkan dapat diluncurkan secara formal dan beroperasi pada September...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya