Selasa 24 Mei 2022, 21:02 WIB

UNDP Dorong Milennial Berinvestasi Bijak untuk SDGs.

Mediaindonesia.com | Ekonomi
UNDP Dorong Milennial Berinvestasi Bijak untuk SDGs.

Dok. Pribadi
Diskusi SDGTalks Bertajuk Smart Investment for SMarter Generations

 

UNITED Nations Development Programme (UNDP) Indonesia mendorong generasi muda agar dapat memulai investasi dengan cara yang bijak dan cerdas. Peningkatan investasi pasalnya diyakini dapat mendongkrak pembangunan ekonomi suatu bangsa dan mempercepat pencapaian agenda SDG atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Head of Communication UNDP Indonesia Tomi Soetjipto mengatakan, tren investasi saat ini telah mencapai perubahan mendasar karena semua orang dapat memilih dan memutuskan instrumen mereka dengan cara yang paling nyaman. Melalui berbagai aplikasi investasi misalnya, semua orang dapat menginvestasikan uang mereka dalam hitungan detik. 

Namun demikian, perubahan tersebut tidak dibarengi dengan literasi keuangan tentang bagaimana memilih dengan bijak berdasarkan kredibilitas instrumen keuangan. Lebih jauh lagi, apakah investasi keuangan tersebut aman serta bermanfaat bagi masyarakat luas juga belum diketahui banyak pihak. 

Menurut Tomi, pemerintah Indonesia saat ini telah mengeluarkan berbagai instrumen keuangan yang melibatkan pembiayaan oleh publik, seperti SDGs Bond hingga Green Sukuk. Instrumen keuangan tersebut, dikatakannya lebih aman dan bermanfaat karena dapat berkontribusi untuk negara, yakni digunakan untuk pembangunan berkelanjutan atau proyek-proyek yang ramah lingkungan, sesuai dengan standar internasional.

“Banyak sekali duit anak muda hilang dengan mudahnya melalui skema investasi yang tidak aman. Sayang sekali, karena kemudahan investasi itu juga mudah juga hilangnya. Jadi, kita bicara bagaimana menarik investasi anak muda itu ke proyek-proyek pembangunan Indonesia,” kata Tomi dalam #SDGTalks: Smart Investment for Smarter Generation, bekerjasama dengan Katadata, Selasa (24/5).

National Project Manager, Assist UNDP Indonesia, Nila Murti mengatakan, pihaknya sejak lama telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia terkait bagaimana mendorong generasi muda untuk dapat berinvestasi dengan cara bijak dan cerdas. Salah satunya dengan mendukung Kementerian Keuangan menerbitkan Green Sukuk, yang pada 2018 dikeluarkan oleh pemerintah. 

Nila menjelaskan, dukungan UNDP sejak penerbitan SDGs Bond maupun Green Sukuk dikategorikan menjadi tiga pilar. Pertama teknikal sistem, yakni penyusunan framework, pemilihan proyek-proyek yang sesuai dengan kriteria dalam framework, hingga memastikan proyek-proyek yang dibiayai memenuhi kriteria.

Kedua, capacity building, yakni sebagai proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan green sukuk maupun lainnya. 

Baca juga : Wapres Pastikan Kaji Ulang Rencana Penggabungan BTN Syariah Demi Rumah Rakyat

“Serta ketiga, campaign dan advokasi. Kita melakukan kampanye terkait risiko dan kesadaran mengenai instrumen pembiayaan kepada generasi muda,” ujar dia. 

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengungkapan, sejak penerbitan green sukuk atau sukuk hijau mulai 2018 sampai 2020, berhasil mengurangi emisi 10,3 juta ton setara karbon dioksida. 

Menurut Deni, investor milenial yang mulai berinvestasi pada Surat Berharga Negara (SBN) ini dapat membantu perekonomian agar pembiayaan pembangunan juga dapat lebih mandiri.

 “Kalau teman-teman banyak yang bertanya kenapa pemerintah utang terus, karena kita harapkan adanya semakin besar kontribusi dari investor domestik. Kenapa kita sasar generasi muda? Karena harapannya milenial dari yang masih SMA atau kuliah, atau kerja, setelah mengetahui manfaat investasi, harapannya ke depan Indonesia bisa mendapat sumber pembiayaan jangka panjang dari domestik, tanpa tergantung dari investor asing. Jadi kita punya kemandirian dari sisi pembangunan,” ujarnya. 

Deni menuturkan, catatan pihaknya menunjukkan bahwa ada 40 persen generasi milenial telah menjadi investor retail domestik di Indonesia. Bahkan, ada sekitar 1 persen dari generasi z, yakni siswa SMA, juga sudah mulai untuk berinvestasi.

“Kondisi sektor keuangan kita saat ini didominasi oleh perbankan, yang mana pengelolaan dananya jangka pendek. Sementara kita untuk pembangunan itu perlu dibiayai oleh sumber-sumber jangka panjang. Misal pembangunan jembatan, airport dan sarana lainnya, itu tentu membutuhkan waktu jangka panjang. Untuk itu pemerintah dalam pembiayaan ini tidak hanya kejar jumlah saja, tapi juga ingin mencoba kembangkan pasar keuangan,” ucapnya.

 Pada #SDGTalks: Smart Investment for Smarter Generation juga turut hadir Mike Rini Sutikno, Financial Planner; Ni Putu Kurniasari, Chief Operating Bareksa; serta Arfan Arlanda, Chief Excecutive Officer Jejak.in. 

Ketiganya mengatakan, generasi muda harus memastikan dan mengetahui bahwa investasi yang mereka pilih dapat digunakan untuk program-program yang kredibel, bisa dipertanggung jawabkan dan hasilnya dapat dirasakan. Selain itu, dalam pemilihan instrumen investasi juga harus disesuaikan dengan karakteristik pengguna. (RO/OL-7)

Baca Juga

Ist

Bank DBS Luncurkan Layanan Perbankan Digital Intuitif dan Pintar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:42 WIB
This is DBS digibanking, layanan perbankan digital yang intuitif dan pintar bagi nasabah ritel, korporasi maupun Usaha Kecil dan Menengah...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Raih Lamudi Awards di Lima Kategori

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:23 WIB
Penghargaan yang diraih itu sebagai Best Developer ialah PT Bumi Serpong Damai Tbk (PT...
Antara

Audit Perusahaan Sawit, BPKP Libatkan Kejagung hingga Polri

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:15 WIB
BADAN Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyusun gambaran umum audit sektor sawit di Indonesia dengan menggandeng Kejaksaan Agung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya