Jumat 14 Januari 2022, 18:29 WIB

Serikat Petani: Kenaikan Harga Pupuk Nonsubsidi tidak Wajar

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Serikat Petani: Kenaikan Harga Pupuk Nonsubsidi tidak Wajar

Antara/Basri Marzuki.
Sejumlah pekerja membongkar pupuk nonsubsidi produksi PT Pupuk Kaltim dari kapal di Pelabuhan Rakyat Donggala, Sulteng.

 

SERIKAT Petani Indonesia (SPI) menghimpun laporan dari para anggotanya yang mengeluhkan kenaikan harga pupuk nonsubsidi hingga 100% pada pekan pertama Januari 2022.

"Harga pupuk nonsubsidi sekarang naiknya tidak wajar, yang awalnya pada 2020 sebesar Rp280 ribu per sak (50 kilogram) pupuk urea. Sekarang sampai Rp500 ribu per sak, bahkan di luar Jawa tembus Rp600 ribu," kata Ketua Umum SPI Henry Saragih dalam rilisnya, Jumat (14/1).

Berdasarkan catatan SPI hingga pekan pertama Januari 2022, harga pupuk urea sudah mencapai Rp560.000 per sak. Saat situasi normal harga pupuk itu berada di posisi Rp265.000 hingga Rp285.000 per sak. 

"Hanya, sejak Oktober hingga November 2021, harga pupuk itu mengalami kenaikan menjadi Rp380 ribu," bilangnya. Henry melanjutkan, kenaikan harga itu berlanjut pada Desember 2021 yang mencapai Rp480 ribu-Rp500 ribu.

Selain itu, catatan SPI menunjukkan harga pupuk NPK juga mengalami kenaikan yang signifikan. Misalnya, NPK Mutiara mengalami kenaikan harga mencapai Rp600 ribu per sak dari harga sebelumnya di posisi Rp400 ribu per 50 kilogram. "NPK Phonska mengalami kenaikan menjadi Rp260.000 per sak (25 kilogram) dari harga awal Rp170.000 ribu per sak," sambungnya.

Mirisnya, Henry menekankan, di Tuban, Jawa Timur, misalnya harga komoditas lain seperti padi tidak kunjung baik bahkan beras di tingkat penggilingan masih Rp8.000. "Kalau petani jual rugilah, tidak impas tidak dapat apa-apa, tetapi komoditas jagung, petani masih dapat karena harga jual lumayan," keluhnya.

Baca juga: Uni Eropa Blokir Megamerger Pembuat Kapal Korea Selatan

Selain kenaikan harga pupuk nonsubsidi, Henry menyebutkan, pendapatan petani juga tergerus oleh naiknya biaya pestisida yang sebagian besar masih digunakan oleh petani konvensional. (OL-14)

Baca Juga

DOk. HCMl

Lapangan Gas MAC HCML Siap Berproduksi 

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 18 Januari 2022, 22:50 WIB
Saat ini, perusahaan sudah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan PT Petrokimia Gresik, PT Bayu Buana Gemilang, dan PT Inti...
Antara/Fakhri Hermansyah

Gunung Prisma Dorong Penerapan Ekonomi SIrkular di Industri Baja 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 18 Januari 2022, 22:48 WIB
"Melalui penyediaan bahan konstruksi berbahan baja yang didapatkan dari produsen dengan teknologi hijau dan solusi yang berkelanjutan...
MI/Andri Widiyanto

Rencana Kenaikan Tarif Listrik Dinilai Sudah Tepat 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 18 Januari 2022, 22:35 WIB
Dia mengatakan, yang mau diterapkan pemerintah adalah tariff adjustment yang dibekukan sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya