Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Sharp Electro nics Indonesia (SEID) meresmikan pabrik LED TV terbaru mereka di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Karawang, Jawa Barat, kemarin. Peresmian dilakukan dengan penandatanganan batu pra sasti oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin dan President Director of SEID Fumihiro Irie.
Pabrik senilai Rp55 miliar di atas lahan 11 ribu meter persegi itu dikatakan Irie sebagai tanda peran Indonesia yang sangat besar dari penjualan Sharp di ASEAN.
"Indonesia menjadi pasar terbesar ketiga untuk produk Sharp di luar Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Indonesia berkontribusi lebih dari 40% dari total sales," ungkap Irie dalam peresmian pabrik LED TV tersebut.
Pabrik baru itu disebutkannya akan memproduksi 11 model LED TV yang telah disesuaikan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan penggunaan komponen lokal 30%, pabrik itu memproduksi dua ukuran bentang layar, yakni 32 inci sebanyak 70% dan 30%
bentang layar 24 inci.
Dalam pengoperasiannya, Sharp dapat menyerap 172 tenaga kerja domestik dan satu tenaga kerja asing dan bekerja sama dengan 44 penyedia lokal.
Menteri Saleh mengapresiasi langkah Sharp dan berharap Indonesia dapat dijadikan basis produksi ASEAN. "Kami mengundang para vendor dari Jepang ikut berinvestasi di Indonesia sehingga dapat memperkuat dan mengembangkan industri elektronika nasional." sahut Saleh.
Menurut Saleh, Sharp sudah berinvestasi Rp3,9 triliun dan menyerap 3.756 orang. Sharp juga telah melibatkan 15 perusahaan sebagai industri penunjang.
2,5 kali lipat
Director of TV Production SEID Satoshi Sakai mengatakan kapasitas produksi pabrik baru itu 2,5 kali lipat lebih banyak daripada pabrik TV yang ada di Pulogadung, Jakarta Timur.
"Ini menjadi satu-satunya pabrik TV Sharp di ASEAN yang berfokus menggarap pasar domestik dengan kapasitas produksi meningkat sampai dua kali lipat dari tahun lalu." lanjutnya.
General Manager TV Factory SEID Johnny Sudirman mengungkapkan kapasitas produksi dari pabrik LED TV yang baru itu akan mencapai 700 ribu unit pada tahun ini dan akan mencapai 1 juta unit pada tahun depan. Targetnya dengan kapasitas produksi 1 juta unit per tahun, ada 250 tenaga kerja yang terserap.
Menurutnya, Sharp lebih fokus ke pasar domestik karena lebih stabil permintaannya sepanjang tahun daripada mengekspor. Permintaan LED TV bentang layar 32 inci dinilai akan semakin banyak dari posisinya yang mencapai 80% penjualan saat ini.
"Ukuran yang semakin besar akan menjadi semakin tren di masa depan, jadi kita bakal persiapkan juga pabrik untuk produksi ukuran 40 inci dua tahun lagilah," tutur Johnny.
Sharp juga tidak gentar menghadapi pesaing ketat dari Korea Selatan, yakni Samsung dan LG. "Sharp paling murah, kita maintain di atas mereka 5%-10% karena jaminan after sales tiga tahun, mereka hanya berani satu tahun." (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved