Rabu 01 Desember 2021, 14:50 WIB

DEN Dukung Langkah SKK Migas Tekan Emisi Karbon

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
DEN Dukung Langkah SKK Migas Tekan Emisi Karbon

Antara
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) dan Presiden BP Indonesia Nade Zaki ), di Nusa Dua, Bali, Senin (29/11).

 

DEWAN Energi Nasional (DEN) mendukung langkah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 314,03 juta ton CO2 di 2030.

Anggota DEN Satya Widya Yudha menegaskan dalam paparannya banyak upaya yg harus dilakukan di sektor hulu minyak dan gas untuk mengurangi emisi karbon dimulai dari pengeboran, flaring atau pembakaran gas suar bakar, refinery heat & power system, hydrogen production atau fluid catalytic cracking unit (FCC) emission dan lainnya.

"DEN mendukung tahapan-tahapan yang dilakukan SKK Migas melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang diperlukan, pengelolaan energi yang efisien, penerapan teknologi Carbon Capture, Utilizaton and Storage (CCUS)," kata dia dalam keterangannya saat 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021), di Nusa Dua Convention Center, Bali, Rabu (1/12).

Disamping itu Satya mengapresiasi rencana implementasi CCUS yang akan dilakukan British Petroleum (BP) yang baru meneken kerja sama proyek dengan SKK Migas.

Manager Senior Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindung Lingkungan SKK Migas Ivan Fadlu Azmy menjelaskan besaran emisi kegiatan hulu migas tahun ini sekitar 20 juta CO2-equivalent dianggap kecil dibandingkan total emisi dari kegiatan energi dan transportasi.

"Kondisi penguasaan teknologi bawah tanah oleh kegiatan usaha hulu migas perlu dijembatani dengan sektor energi dan transportasi lain supaya penurunan emisi karbon dengan implementasi CCS/CCUS bisa berjalan," tuturnya.

Sementara itu, Lead Environmental Engineer SKK Migas Kosario M. Kautsar menegaskan pentingnya pengukuran konsumsi energi yang merupakan seperempat emisi karbon dari kegiatan usaha hulu migas. Komposisi konsumsi energi akan mempengaruhi strategi manajemen energi suatu perusahaan.

Dalam studi kasusnya, energi untuk pembangkitan listrik di fasilitas produksi disusul aktivitas gas suar mendominasi lebih dari 99% konsumsi energi, sementara bahan bakar minyak untuk transportasi dan kelistrikan untuk perkantoran dikatakan minor. (E-3)

Baca Juga

Sengketa Asuransi, Ini Kata Pakar agar Sengketa Nasabah dan Asuransi Tuntas

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 08:05 WIB
Prudential, AIA Financial Indonesia, dan AXA Mandiri dituntut untuk mengembalikan dana premi para nasabahnya 100% dari polis unit link yang...
MI/Agus Utantoro

Menkop UKM Sebut G20 Berpotensi Hasilkan Nilai Konsumsi Rp1,7 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 20 Januari 2022, 07:27 WIB
"G20 berpotensi  menciptakan 33.000 lapangan kerja baru dengan nilai konsumsi sebesar Rp1,7...
DOK GOJEK

Mobilitas Bangkit dari Pandemi, Gojek Siap Jawab Kebutuhan Transportasi Masa Depan di 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 07:24 WIB
Masuki 2022, Gojek fokus pada dua aspek inovasi; keterandalan layanan dan integrasi antar-layanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya