Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pertamina Perluas Pasar Bright Gas

(RO/E-4)
13/5/2016 02:37
Pertamina Perluas Pasar Bright Gas
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

PT Pertamina (persero) akan memacu penjualan tabung Bright Gas 5,5 kg untuk meningkatkan volume penjualan elpiji hingga 200 ribu unit. Sejak diluncurkan pertama kali pada Oktober 2015, tabung Bright Gas 5,5 kg hingga saat ini telah terjual sebanyak lebih dari 100 ribu. "Kami harapkan hingga Juli 2016 dapat menjual lebih dari 200 ribu tabung sehingga mendukung pencapaian laba perseroan," ujar Vice President of Corporate Communication of Pertamina, Wianda Pusponegoro, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (12/5). Pertamina yang sebelumnya merugi hingga Rp 4 triliun per tahun akibat menjual elpiji 12 kg di bawah harga keekonomian mulai mencatatkan laba sejak September 2015. Hal itu terjadi seiring dengan penyesuaian harga hingga setara dengan keekonomian. Namun, hal itu juga berdampak pada beralihnya sebagian konsumen akibat selisih harga elpiji 3 kg dengan 12 kg hampir Rp7.000 per kg.

Wianda mengatakan jika pada Januari 2014 penjualan elpiji 12 kg masih 76 ton, pada April 2015 penjualan turun menjadi 46 ton dan tinggal 42 ton per bulan pada Desember 2015. "Karena itu, kami keluarkan Bright Gas kemasan 5,5 kg untuk mengisi gap 3 kg dengan 12 kg. Semacam produk penyangga," ungkapnya. Menurut Wianda, sebenarnya ada swing user yang bisa kembali ke elpiji nonsubsidi. Pertamina mencatat yang benar-benar menggunakan tabung 12 kg hanya 29%, sementara pengguna 3 kg kurang lebih 11%.

"Ada 53% yang sebetulnya tetap memegang tabung elpiji 12 kg, tetapi kadang membeli 3 kg," kata dia. Selain itu, lanjut Wianda, juga ada potensi dari pengguna yang naik dari 23% ke 37% pada saat kenaikan harga pada 2014 dan 2015. Untuk Bright Gas, konsumen hanya perlu mengeluarkan uang kurang dari Rp60 ribu, sedangkan untuk tabung 12 kg, konsumen harus mengeluarkan uang Rp150 ribu. "Di bisnis elpiji, tantangan terbesar ialah disparitas harga subsidi yang di atas 70%. Konsumen juga harus memiliki tabung jika ingin pindah ke nonsubsidi."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya