Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan hasil pendataan keluarga tahun 2021 (PK21). Pendataan ini dilakukan sejak 1 April - 31 Mei dan diperpanjang hingga Juni 2021.
"Sungguh luar biasa untuk kader-kader kita(BKKBN), betapa tidak karena kita bisa mendata 68 juta KK didatangi secara langsung oleh kader, dimasa Pandemi, ini yang sangat kami syukuri," ungkap Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, salam acara launching pendataan keluarga 2021, disiarkan secara live di kanal YouTube BKKBN, Kamis (4/11).
Baca juga: Pedagang Keluhkan Naiknya Harga Minyak Goreng
Pendataan Keluarga adalah kegiatan pengumpulan data primer tentang dataKependudukan, Keluarga Berencana, Pembangunan Keluarga dan Data Anggota Keluarga yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah secara serentak pada waktu yang telah ditentukan.
Pengumpulan dan pengolahan data dilakukan dengan metode sensus dengan mendata seluruh keluarga yang menjadi target sasaran pendataan di Indonesia dengan melakukan kunjungan rumah ke rumah.
"Karena sensus kita datangi satu persatu, ada 30% yang menggunakan formulir tetapi 70% menggunakan smartphone, jadi ada daerah remote area yang masih belum bisa mengirim data secara virtual," ungkap Hasto.
Adapun karakteristik data Pk21 antara lain pertama menggunakan data mikro rinci berbasis keluarga, kedua, data primer mutakhir secara periodik dapat di update. Ketiga, operasional lapangan dipakai untuk intervensi di akar rumput, selanjutnya keempat, segmentasi sasaran fokus dapat dibuat peta keluarga sehingga sasaran lebih cermat.
Kelima, Data masyarakat dari oleh dan untuk masyarakat serta Kondisi Rill dan keenam data dikumpulkan dan dimutakhirkan oleh masyarakat yang tahu persis kondisi wilayahnya.
"Jaga kerahasiaan data ini karena ini Rill by name by addres, hingga rumah rumah yang tidak memiliki jamban dan lainnya," ungkapnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Deputi Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Agus Suprapto mengapresiaai kinerja BKKBN dalam pendataan keluarga tersebut.
Ia berharap bisa digunakan oleh semua pihak terkait yang memerlukan dan informasi tidak kehilangan momentum. Pemanfaatan bisa digunakan di kementerian / lembaga.
"Saya mewakili pak Menko, Muhadjir Effendi, Data itu sangat penting, dengan data yang Rill diharapkan implementasi dari perpres nomor 72 tahun 2021 itu bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya membantu sekali dimensi berbagai hal, di kesehatan maupun di sosial yang lain," jelasnya. (OL-6)
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Sebelum wafat, James Van Der Beek berbagi kisah haru tentang melepas topeng 'Superman' di depan anak-anaknya demi menghadapi kanker usus bersama.
Namun demikian, lansia dengan penyakit kronis tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penyesuaian obat dan pola makan.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
Lingkungan harus memiliki kepekaan untuk membedakan kapan waktu untuk mendekat dan kapan harus memberi ruang bagi orang yang berduka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved