Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Impor Hanya Solusi Sementara Gejolak Pangan

Anastasia Arvirianty
07/5/2016 16:26
Impor Hanya Solusi Sementara Gejolak Pangan
(Antara)

KEBIJAKAN impor bahan pangan yang akan dilakukan pemerintah untuk mengatasi gejolak pangan dinilai hanya sebagai solusi sementara. Pasalnya, selama data antarlembaga dan kementerian belum sinkron, impor hanya merugikan peternak dan petani.

Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Universitas Padjajaran Ina Primiana saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (7/5).

Lebih lanjut, Ina menjelaskan, cara paling tepat untuk melakukan impor yang dapat mengatasi gejolak harga pangan adalah dengan menyamakan data pangan yang ada di Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia menilai, selama ini, data selisih antara supply dan demand tidak pernah terbuka dan tiba-tiba selalu terjadi impor berlebih.

"Kita itu punya problem di data. Kementan mesti melihat apakah benar produksi selama ini memenuhi. Jangan hanya asal menulis data. Demikian juga dengan Kemendag dan BPS," tutur Ina.

Menurutnya, pemerintah harus membuat kebijakan untuk menyamakan data di antara kementerian/lembaga tersebut. Itu perlu dilakukan agar tujuan impor benar-benar dilakukan untuk memenuhi kekurangan pasokan saja dan mencegah gejolak harga.

Ia pun mengimbau pemerintah tidak selalu mengandalkan impor sebagai jalan keluar tercepat. Sebab, jika impor terus menerus dilakukan, cita-cita untuk menuju swasembada pangan akan tetap sulit terwujud.

"Ini semua tergantung niat pemerintah untuk mendorong dan membantu industri hulu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya