Kamis 14 Oktober 2021, 19:00 WIB

Omzet Naik Rp30 Juta, Alumni Prakerja Terima Kasih pada Presiden dan Airlangga

mediaindonesia.com | Ekonomi
Omzet Naik Rp30 Juta, Alumni Prakerja Terima Kasih pada Presiden dan Airlangga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Warga penerima manfaat menunjukkan Kartu Prakerja usai bertemu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

ALUMNI peserta Kartu Prakerja gelombang kesembilan, Mahmudah, 43, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pasalnya, berkat mengikuti Prakerja, Mahmudah bisa meningkatkan penghasilan dari sebelumnya beromzet Rp4 juta tiap bulan menjadi Rp30juta per bulan. 

"Terima kasih banyak terutama bagi Pak Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), juga tim Prakerja, termasuk Pak Presiden Jokowi yang sudah memberikan kita program Prakerja ini," ujar Mahmudah di sela-sela acara dialog Peserta Program Prakerja dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Siwa Cliffs, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (14/10). 

"Sebelumnya sebulan itu Rp4 jutaan dengan alat yang sederhana, cuma satu aja alatnya, sekarang saya bisa dapatkan Rp30 jutaan dalam sebulan dengan alat yang juga bertambah. Tinggal kami tingkatkan saja alat-alat pendukung untuk usaha kami," tambahnya. 

Pemilik usaha kripik ini mengatakan Program Kartu Prakerja memiliki manfaat yang besar bagi perkembangan usahanya.

Dalam program Kartu Prakerja, Mahmudah mengambil tiga jenis pelatihan yakni peningkatan manajemen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bagaimana mendapatkan ide usaha, dan bagaimana mampu berbicara di depan publik. 

"Saya bisa mendapatkan ilmu yang sebelumnya tidak bisa saya dapatkan, meningkatkan hasil usaha saya, meningkatkan manajemen usaha saya, meningkatkan juga cara membungkus dan mendesain produk saya, kemudian juga sampai ke pemasaran go international," katanya. 

Selain itu Mahmudah juga menambahkan berkat mengikuti program Kartu Prakerja dirinya bisa memperluas jaringan relasi. Dari awalnya hanya tingkat desa dan kecamatan sekarang relasinya sudah antar Provinsi bahkan negara. 

"Kami bisa meningkatkan pemahaman bagaimana meningkatkan akses, bagaimana cara berjualan baik offline dan online; yang paling banyak ini sekarang kan online jadi masyarakat itu jadi tau. Masyarakat NTB ini sekarang sudah tau, yang tadinya hanya di lokasi saja, di daerah kecil, sekarang sudah berkembang sampai ke Sumbawa," jelasnya. 

Ia berharap program Kartu Prakerja ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat terutama anak muda.

Dengan pengalaman yang sudah dia ikuti, Mahmudah menjamin anak-anak muda yang ikut program ini akan mendapatkan keuntungan untuk berkembang. 

"Kalau ada saja anak-anak yang tidak mau membuka link itu (red: Prakerja), itu sangat rugi; karena menurut saya di situ banyak sekali ilmu dan materi yang didapatkan untuk mendukung sumber daya manusia (SDM) kita," ujarnya.

"Ketika yang belum dapat pemahaman mungkin di bangku sekolah, kita bisa temukan di situ, di Prakerja ini," ungkap Mahmudah. 

Sementara itu cerita berbeda hadir dari calon peserta Kartu Prakerja. Sukri,43, seorang tutor bahasa Jepang di salah satu lembaga kursus di Lombok mendaftarkan diri untuk menjadi peserta Kartu Prakerja.

Sukri mengaku termotivasi mengikuti Prakerja setelah tetangganya banyak yang berhasil membuka usaha setelah ikut Prakerja. 

"Di kampung juga sudah banyak yang sudah dapat, dan juga walaupun di pandemi dia belum ada kerjaan, dengan ilmunya dia bisa buat kerajinan, kayak tata boga lah," katanya. 

Selain itu, Sukri juga ingin meningkatkan kemampuan bahasa Jepangnya lewat pelatihan yang disediakan program Kartu Prakerja. Ia berharap dengan meningkatnya kemampuan bahasa asing tersebut, bisa menunjang peningkatan pekerjaan yang tengah ia jalani. 

"Pertama, di sana kan ada pilihan kita dapat ilmu baru, ada pelatihan kursus. sementara di sini kita kursusnya juga lumayan mahal, ini kan (pelatihan Prakerja) gratis," jelasnya.

"Yang kedua, kan ada juga kita bukan sekedar dikasih ilmu kursusnya saja, tapi karena untuk kita bisa praktiknya lagi," ucap Sukri.

"Itu juga di-support juga dengan insentifnya dulu. dan sangat bermanfaat, untuk misalnya di sekitaran ini bahasa inggrisnya lah, untuk men-support wisatawan," pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Pemerintah Perlu Perkuat Perlindungan Nasabah Fintech

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 17:30 WIB
pemerintah perlu memastikan perlindungan yang memadai bagi nasabah layanan financial technology (fintech)...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Erick Apresiasi Langkah BRI Dampingi UMKM Jalani Transformasi Digital

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 17:07 WIB
Efisiensi digitalisasi business process yang dilakukan Mantri BRI yang berperan sebagai tenaga pemasar sekaligus penasehat keuangan untuk...
AFP

PCR Jadi Syarat Terbang, Serikat Pekerja Bandara Protes ke Jokowi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 16:30 WIB
Menurut mereka ada ketidakadilan dalam kebijakan tersebut, yang mana moda transportasi lainnya hanya menunjukkan hasil tes Antigen H-1...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya