Rabu 13 Oktober 2021, 16:19 WIB

Ukir Sejarah, Truecaller Melantai di Bursa Nasdaq Stockholm

Heryadi | Ekonomi
Ukir Sejarah, Truecaller Melantai di Bursa Nasdaq Stockholm

AFP
Kantor Nasdaq Stockholm

 

TRUECALLER, sebuah perusahaan caller ID dan spam blocking app, melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa Nasdaq Stockholm.

Saham Truecaller melantai dengan harga 60 Krona Swedia atau setara dengan Rp97.631 per lembar saham. Harga saham Truecaller naik 15,4% dari harga IPO sehingga kapitalisasi pasar perusahaan mencapai US$2,5 miliar atau lebih dari Rp35 triliun. Penawaran saham perdana Truecaller terdiri dari 53.414.532 saham seri B.

Sejumlah 19.230.770 merupakan saham Kelas B yang baru saja diterbitkan. Sementara 34.183.762 saham Kelas B lainnya diperuntukkan bagi para pemegang saham utama, antara lain Co-founder Alan Mamedi dan Nami Zarringhalam, Sequoia Capital India, Atomico, Kleiner Perkins.

"Hari ini (Selasa-12 Oktober 2021) menandai tonggak bersejarah bagi Truecaller. Perjalanan yang memuaskan dimulai sejak 12 tahun lalu sehingga Truecaller menjadi platform verifikasi nomor telepon dan spam blocking terkemuka di dunia," papar Co-founder dan CEO Truecaller Alan Mamedi dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (13/10).

Dia menambahkan, Truecaller memiliki hampir 280 juta pengguna aktif dari seluruh dunia dengan jumlah pengunduh lebih dari 500 miliar kali.

Lebih lanjut, Alan mengatakan babak baru bagi Truecaller adalah upaya konsistensi perusahaan. Komitmennya dalam membuat komunikasi masa depan lebih cerdas, aman, dan efisien. Alan dan Nami berharap dapat melanjutkan momentum perjalanan pertumbuhan Truecaller baik bersama pemegang saham lama maupun baru.

Perusahaan asal Swedia ini memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan aman dan efisien. Hal ini dengan adanya layanan identifikasi penelpon (caller ID) dan deteksi spam (spam blocking). Selain itu, Truecaller juga memfasilitasi solusi komunikasi lainnya bagi 280 juta pengguna individu dan 500 klien perusahaan.

Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, pasar Indonesia menjadi fokus utama Truecaller di kawasan ini. Berdasarkan riset terbaru Truecaller, Indonesia menghadapi ancaman spam terbesar ke-6 di dunia. Truecaller siap membantu pengguna di Indonesia menangani masalah ini dan menjadikan komunikasi lebih aman dan efisien.

Truecaller memiliki kapasitas dan keahlian yang tepat untuk mengukur dan memenuhi permintaan pengguna, terutama di era digital saat penipuan terhadap transaksi online diperkirakan telah memberikan kerugian hingga US$30 miliar per tahun di Amerika Serikat saja. Jumlah ini diperkirakan akan terus berlipat ganda.

Didirikan pada 2009, Truecaller terus berkembang dan memberikan dampak signifikan pada stakeholders di seluruh dunia. Laporan perusahaan Year in Calling menyebutkan layanan Truecaller berhasil memblokir dan mengidentifikasi 31,3 miliar panggilan spam di seluruh dunia. (E-3)

Baca Juga

Dok.Pertamina

Pandemi Jadi Momentum Akselerasi Tranformasi Bisnis Pertamina

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:05 WIB
PT Pertamina (Persero) terus mengejar target program transisi energi meski sektor energi mengalami tiga guncangan atau triple shock selama...
Dok.WMP

Holding Widodo Makmur Unggas Bersiap Melantai di Bursa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:01 WIB
Widodo Makmur Perkasa merupakan perusahaan holding yang membawahi lima lini...
Dok.PPI

PPI Naik Kelas dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 21:25 WIB
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia meraih anugerah Menuju Informatif yang disampaikan pada penyerahan anugerah hasil monitoring dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya