Sabtu 14 Agustus 2021, 07:15 WIB

Food Estate Terus Digenjot Sepanjang 2021

Gana Buana | Ekonomi
Food Estate Terus Digenjot Sepanjang 2021

ANTARA/Bayu Pratama S
Petani menanam padi di lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas,mKalimantan Tengah, Selasa (6/4/2021).

 

PROGRAM lumbung pangan nasional atau food estate terus digenjot. Pemerintah fokus dalam pengembangan food estate di empat wilayah, yakni Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumatra Selatan (Sumsel), Sumatra Utara (Sumut), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, kegiatan pengembangan food estate pada 2021 telah berjalan di beberapa lokasi. "Sudah berjalan di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur," ungkap Ali, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, di wilayah Kalteng, kegiatan food estate dilaksanakan di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Luas lahan yang dijadikan food estate di sana meliputi intensifikasi lahan seluas 14.135 hektare dan ekstensifikasi lahan seluas 22.500 ha.

Komoditas utama yang ditanam di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau adalah padi dan komoditas pendukung lainnya berupa tanaman hortikultura yaitu sayur dan buah-buahan, tanaman perkebunan kelapa genjah, dan juga ternak itik.

Adapun di wilayah Sumsel, kegiatan food estate dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Kabupaten Banyuasin. Lahan yang digunakan untuk berkegiatan intensifikasi lahan yaitu seluas 20.000 ha, dengan padi sebagai komoditas utama.

Sedangkan di Sumut, kegiatan food estate dilaksanakan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Tanaman yang ditanam di sana berupa budidaya bawang merah, kentang, dan sayuran lainnya seperti kol/kubis, cabai merah, jagung, kacang tanah pada lahan seluas 215 ha. "Akhir 2021 ini merupakan musim tanam kedua pada lokasi food estate,” kata Ali.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, di NTT, kegiatan food estate telah dilaksanakan di Kabupaten Sumba Tengah dengan luas total 10.000 ha. Total luas tanah tersebut dibagi menjadi 5.620 ha untuk tanaman padi, dan sebanyak 4.380 ha untuk menanam jagung. "Proses ini sudah berjalan dari awal tahun anggaran dan semua sudah running, bahkan di beberapa tempat sudah ada yang mau panen lagi,” tandas dia.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, program food estate yang dicanangkan pemerintah dapat menjadi solusi untuk pemenuhan pangan domestik ke depan.

Terlebih lagi, tren kebijakan ekonomi pascapandemi kemungkinan sebagian besar negara akan konsentrasi bagaimana mendorong kemandirian ekonomi masing-masing, khususnya terkait kebutuhan pangan dan kesehatan.

"Sektor pertanian, termasuk food estate, terbukti dapat bertahan meski di tengah pandemi covid-19, sehingga akan menjadi dorongan besar bagi masyarakat untuk melirik dan mengembangkan sektor ini hingga ke produk hilir atau tahap industrialisasi," jelas dia.

Menguatkan produksi
Menurut Eko, impor pangan tak perlu dilakukan karena di masa pandemi ini stok pangan masih surplus. Untuk itu, ia menilai lebih baik menguatkan produksi agar semakin mandiri dan menjaga antusiasme sebagian masyarakat untuk mengembangkan pertanian, tak pupus di tengah jalan akibat solusi instan impor pangan.

Selain itu, disampaikan bahwa aksesibilitas terhadap pangan sangat penting sehingga strategi food estate dapat menjamin aksesibilitas baik di tingkat nasional maupun lokal.

"Pengembangannya perlu mendekat ke daerah, idealnya setidaknya setiap provinsi punya pusat produksi pangan di daerahnya. Dengan demikian juga tidak melulu lumbung pangan daerah tersebut mengembangkan padi seperti di zaman Orde Baru dulu, tetapi disesuaikan dengan konteks makanan pokok daerah sekitar,” ungkap Eko. (Ifa/S2-25)

Baca Juga

Antara

Presiden: Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:51 WIB
Keputusan tersebut diambil setelah melihat pasokan minyak goreng di dalam negeri yang terus bertambah. Sehingga, membuat harga di tingkat...
ANTARA/ARNAS PADDA

YLKI: Pemerintah harus Beri Subsidi Industri yang Terapkan Energi Terbarukan

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:49 WIB
"Jadi energi fosil itu harusnya secara ekstrem tidak diberikan subsidi karena kan merusak lingkungan. Jangan sampai kita berikan...
MI/LILIEK DHARMAWAN

Ini Aspirasi Asosiasi dan Komunitas Terkait RUU EBT

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:40 WIB
"Kami merasa RUU EBT ini harus dikembalikan lagi namanya menjadi RUU Energi Terbarukan supaya kita berfokus saja pada energi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya