Senin 07 Juni 2021, 07:45 WIB

BUMDes jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Tingkat Desa

mediaindonesia.com | Ekonomi
BUMDes jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Tingkat Desa

DOK KEMENDES

 

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar didampingi Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor memberikan penghargaan kepada 73 kepala desa di Kabupaten Sidoarjo yang telah menyelesaikan pendataan SDGS Desa, pada Minggu (6/6/2021). Pemutakhiran data berbasis SDGs Desa merupakan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detail, karena terdapat pendalaman data-data pada level RT, keluarga, dan warga sehingga bisa memberikan informasi lebih banyak sebagai proses perbaikan data.
 



MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar terus berupaya memulihkan ekonomi nasional di tingkat desa. Halim Iskandar mengatakan, kunci kesuksesan dalam memulihkan ekonomi nasional di tingkat desa ada di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Doktor Honoris Causa dari UNY ini mengatakan, posisi BUMDes saat ini telah resmi berbadan hukum dan setara dengan BUMN dan BUMD, hanya saja levelnya yang berbeda. “Jadi kalau misalnya bicara tentang pengelolaan air di tingkat nasional dikelola oleh BUMN, pengelolaan air di tingkat kabupaten atau provinsi dikelola oleh BUMD, pengelolaan air di tingkat Desa maupun antar desa dikelola oleh BUMDes ataupun BUMDes Bersama,” ungkap Halim Iskandar.

Dengan unit usaha BUMDes, baik wisata, jasa, simpan pinjam dan sebagainya, akan berkontribusi untuk memulihkan ekonomi nasional di tingkat desa. Bahkan, lanjut pria yang akrab disapa Gus Menteri ini, sudah ada BUMDes yang sudah melakukan ekspor, salah satunya BUMDes di Kabupaten Alor dengan komoditas ekspor vanilanya.

Baca Juga: Mendes Tegaskan Data SDGs Desa Penting Tentukan Pembangunan Desa

“Kita akan terus konsolidasi supaya semakin banyak BUMDes sedang menggalakkan komoditas ekspor, ini juga tergantung dengan data-data, tentang potensi desa, potensi unggulan desa,” ucap Gus Menteri saat memberikan penghargaan pada 73 desa di Sidoarjo yang telah menyelesaikan data SDGs Desa, Minggu (6/6).

Oleh karena itu, pihaknya tidak membatasi kerja sama yang dilakukan antar desa, bahkan lintas kabupaten maupun provinsi untuk membentuk BUMDes Bersama. “BUMDes Bersama tidak dibatasi oleh kewilayahan,  desa di Sidoarjo bisa membangun kerja sama dengan desa di NTT, bisa bekerja sama dengan desa di Papua, bisa membangun kerja sama dengan desa di Aceh,” jelas mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Menurutnya, hal tersebut dapat dilakukan apabila desa yang bekerja sama memiliki kesamaan potensi dan produk unggulan. “Itu yang kemudian bisa saling memberikan dan saling menguntungkan. Dari mana kita bisa tahu ini? Kembali, kuncinya cuma satu, data, sekali lagi data,” jelas Halim Iskandar.

Baca Juga: Ini Rincian Gelontoran Dana Rp37 Triliun ke Desa



"Itulah makanya pemutakhiran data berbasis SDGs Desa adalah merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditawar lagi, agar semua permasalahan, semua potensi yang ada di Indonesia yang dimiliki oleh desa bisa terakumulasi dengan baik dan kemudian terkelola dengan maksimal,” pungkas Ketua DPRD Jombang Dua Periode ini. (RO/OL-10)

Baca Juga

Ist

Dosen IPB : Pemerintah Harus Perhatikan Sektor UMKM  di Tengah PPKM Level 4

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 04:55 WIB
Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 ini sangat berpengaruh bagi sumber ekonomi masyarakat terutama sektor...
Antara

Luhut: Penanganan Pandemi Bertumpu pada Masukan Epidemolog

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 02 Agustus 2021, 23:50 WIB
Menyoal vaksinasi, dia menyampaikan, pada Agustus dan September 2021 Indonesia akan mendatangkan 60 juta hingga 70 juta...
Antara

Realisasi Program PC-PEN Capai Rp305,5 Triliun

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 02 Agustus 2021, 23:01 WIB
Pemerintah akan mendorong akselerasi penyerapan anggaran PC-PEN 2021, utamanya klaster perlindungan sosial di triwulan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya