Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kondisi keterpurukan perekonomian Indonesia saat ini, diperlukan alternatif game changer dalam pemulihan ekonomi nasional. Modal sosial budaya yang telah ada di masyarakat sejak lama diharapkan menjadi kekuatan untuk menggalang kebersamaan serta menumbuhkan kembali inovasi dan terobosan untuk menggerakkan roda perekonomian di lapisan yang paling bawah guna pemulihan perekonomian nasional.
Itu disampaikan Ketua Seminar Nasional PPRA LXII Lemhannas Aldrin P Mongan yang juga merupakan peserta PPRA LXII Lemhannas dalam keterangan yang diterima, Sabtu (29/5). PPRA LXII Lemhannas menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (28/5) di Ruang Kresna Lemhannas RI dengan tema Modal sosial budaya untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional.
Seminar FGD-1 itu menggali berbagai permasalahan dengan modal sosial budaya masyarakat Indonesia yang sudah ada sejak lama menjadi kekuatan di berbagai daerah untuk bertahan dan keluar dari kondisi saat ini. "Focus Group Discussion ini juga dimaksudkan untuk memutakhirkan data dalam persiapan sampai pada seminar akhir nanti di Agustus 2021. Seluruh peserta PPRA LXII berharap FGD-I tersebut dapat mencapai tujuan objektif guna mempersiapkan Seminar Nasional sebagai acara utama," ujar Aldrin.
Dalam pengarahannya, Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas Sugeng Santoso juga menyampaikan bahwa dalam merumuskan sebuah gagasan, tantangan terbesar yakni penulisan yang dihasilkan dapat sampai pada temuan yang konkret dan dapat dilaksanakan sebagai hasil analisis pengolahan data faktual secara kritis. "Apabila seminar dapat menghasilkan temuan seperti itu, seminar telah memberi sumbangan yang berarti bagi pemecahan masalah dalam masyarakat," tuturnya.
FGD-1 merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju Seminar Nasional PPRA LXII Lemhannas yang menurut rencana digelar secara hibrida pada 25 Agustus 2021. FGD-1 dihadiri empat pembicara secara virtual, yakni Guru Besar Ekonomi SDA dan Lingkungan IPB Akhmad Fauzi, Rektor AMIKOM Yogyakarta M Suyanto, Kepala LPPM IPB Ernan Rustiadi, dan Pengelola Desa Wisata Nglanggreran Sugeng Handoko. Kegiatan ini juga diikuti oleh 80 peserta PPRA LXII Lemhannas. (OL-14)
Urgensi peran militer semakin tinggi jika aksi terorisme sudah melibatkan aktor lintas negara (transnasional) dalam melancarkan serangannya.
Forum Komunikasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Angkatan (DPA) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) menyatakan tidak lagi mengakui kepemimpinan Agum Gumelar.
ANGGOTA Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas mengapresiasi terbentuknya Tim Reformasi Penyelamatan IKAL Lemhannas, yang diharapkan dapat mewujudkan kembali marwah organisasi.
Abdul Mu’ti menekankan Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita menjadi bangsa maju pada 2045.
DEWAN Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Republik Indonesia (IKAL RI) Provinsi Jawa Barat menyoroti berakhirnya Munas V IKAL dalam kondisi deadlock.
Hal yang perlu evaluasi, misalnya soal kemungkinan anak yang dididik di barak militer itu menjadi pribadi yang tidak lepas dari perilaku nakalnya. Dampaknya justru dianggap bisa lebih buruk
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved