Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGAWALI pekan pertama bulan Ramadan 1442 H atau selama periode 12-16 April 2021, data pasar modal Indonesia menunjukkan pergerakan positif. Rata-rata nilai transaksi harian meningkat 2,63% menjadi Rp9,76 triliun dari Rp9,51 triliun pada pekan sebelumnya. Kemudian kapitalisasi pasar turut terkerek 0,44% selama sepekan menjadi Rp7.205,77 triliun dari Rp7.174 triliun pada penutupan sepekan yang lalu.
"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini ditutup positif pada level 6.086,26 atau meningkat 0,26% selama sepekan, dari level 6.070,21 pada pekan sebelumnya," kata Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono, Sabtu (17/4).
Sementara itu, koreksi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sebesar -1,31% menjadi 15,7 miliar saham dari 15,91 miliar saham pada pekan sebelumnya. Koreksi juga terjadi pada rata-rata frekuensi harian Bursa selama sepekan sebesar -2,13% menjadi 1.025.495 kali transaksi dari pekan yang lalu yaitu 1.047.771 kali.
"Investor asing sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp9,74 triliun," kata Aji.
Sebanyak empat obligasi, dua saham dan satu sukuk resmi dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini. Diawali pada Senin (12/4), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2021, dengan nominal Rp970 miliar.
Pada hari Rabu (14/4), PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. (NPGF) melakukan pencatatan perdana saham di papan utama BEI. NPGF menjadi perusahaan tercatat ke-15 di BEI pada tahun 2021. NPGF bergerak pada sektor dan sub sektor basic materials. Adapun industri dari NPGF adalah chemicals dengan sub industri agricultural chemicals.
PT Integra Indocabinet Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 pada Kamis (15/4). Obligasi dicatatkan dengan nominal Rp450 miliar. Sementara untuk Sukuk dicatatkan dengan jumlah dana Rp150 miliar.
Mengakhiri pekan atau pada Jumat (16/4), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2021 dengan nominal Rp 1 triliun. Berikutnya, PT Astra Sedaya Finance menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp2,5 triliun.
baca juga: Pemerintah Diimbau Jaga Surplus Neraca Perdagangan
Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 26 emisi dari 20 emiten senilai Rp29,7 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 479 emisi dengan nominal outstanding sebesar Rp435,16 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 128 emiten. Lalu Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 144 seri dengan nominal Rp4.179,77 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp6,89 triliun. (OL-3)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,45%, menandai momentum pembalikan arah ekonomi yang solid.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar 2,66 miliar dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved