Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Jawa Timur mencatat produktivitas petani cabai merah dan keriting di wilayah setempat menurun hingga 50 persen akibat terdampak cuaca ektrem di musim hujan ini.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sumanto mengatakan berdasarkan laporan petugas lapangan, produktivitas cabai merosot hingga 50 persen dibandingkan saat cuaca normal yang mampu mencapai 20 ton per hektare.
"Terkait dengan iklim sekarang ini yang lagi ekstrem, memang berdampak pada pertanian. Komoditas tertentu seperti tanaman hortikultura cabai sangat rawan terhadap cuaca ekstrem tersebut hingga gagal panen," ujar Sumanto di Madiun, Rabu (3/3).
Menurut dia, cuaca esktrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian. Terjadinya gagal panen pada tanaman cabai disebabkan karena tanaman tersebut sensitif terhadap curah hujan.
Banyak cabai yang membusuk sehingga tidak dapat dipanen dan berakibat pada naiknya harga cabai di pasaran karena stok berkurang.
Selain itu, kelembaban di musim hujan juga membuat banyak jenis hama berkembang biak dan menyebar cepat, seperti hama wereng. "Cuaca ekstrem telah membuat petani merugi. Sebab, produktivitas cabai menurun sementara biaya produksi meningkat untuk membasmi hama," katanya.
Selain cabai, tanaman hortikultura lainnya yang terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Madiun adalah bawang merah, tomat, dan sejumlah buah-buahan seperti melon, manggis, dan apokat.
Data dinas setempat mencatat luas lahan tanam cabai di Kabupaten Madiun mencapai lebih dari 331 hektare yang berada di Kecamatan Gemarang, Kare, Dolopo, Kebonsari, Dagangan, dan Pilangkenceng.
Sementara, harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupate Madiun hingga Rabu (3/3) terpantau masih tinggi. Harga cabai keriting mencapai Rp50 ribu per kilogram, cabai merah Rp40 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp100 ribu per kilogram. (Ant/OL-12)
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 H, harga telur, cabai, dan bawang di Kota Sukabumi mulai turun. Simak daftar harga pangan terbaru dan stok bapokting di sini.
Fenomena ini dipicu oleh tingginya konsumsi masyarakat yang tidak dibarengi dengan kesiapan stok barang di pasar.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved