Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia tentang program magang antara Prancis dan Indonesia.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Penyataan Kehendak (Letter of Intent) di Jakarta, kemarin.
Sasaran peserta yang bisa mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan Prancis ialah pemuda Indonesia dan Prancis yang baru lulus sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah atas (SMA), dan universitas/perguruan tinggi dengan rentang usia 18-28 tahun.
"Salah satu tujuan kerja sama ini ialah memfasilitasi para pengangguran dalam memperoleh pekerjaan melalui pelatihan kerja, yaitu melalui pelaksanaan program pemagangan," ungkap Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Jenderal Kemenaker, Abdul Wahab Bangkona, di Jakarta, kemarin.
Di sisi lain, pemerataan lapangan kerja belum bisa diwujudkan di Indonesia pada saat ini.
Hal itu disebabkan masyarakat yang berpendidikan di bawah SMA tidak memiliki kesempatan bersaing mendapatkan lapangan pekerjaan.
Padahal, saat memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN, tenaga kerja Indonesia seharusnya sudah siap bersaing dengan tenaga kerja dari negara-negara ASEAN.
"Ini sangat ironis. Situasi manakala orang-orang yang berpendidikan kurang dari SMA tidak dapat mengakses lapangan pekerjaan," kata peneliti dari Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Paksi Wolandouw, dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.
Indonesia memiliki program pendidikan gratis 12 tahun dan anggaran pendidikan telah mencapai 20%.
"Hal ini semestinya dapat membantu pekerja untuk mengakses lapangan kerja," jelas Paksi.
Manajer Program Organisasi International NGO Forum On Indonesia Development (Infid), Siti Khoirun Ni'mah, mengatakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perlu bersinergi dengan dunia industri.
"Terutama identifikasi industri utama nasional dan dearah yang memiliki gap tenaga kerja."
Pada 2015, Badan Pusat Statistik mencatat angka pengangguran mencapai 7,45 juta orang atau 5,9% dari total angkatan kerja sebanyak 128 juta.
Sebanyak 45% dari itu ialah mereka yang berpendidikan SMP ke bawah.(Dro/Adi/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved