Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN kawasan industri di Indonesia turun signifikan di kuartal I 2016.
Pada periode tersebut kawasan industri hanya mencapai 19,39 hektare, anjlok 76,4% dari kuartal I 2015 yang mencapai 82,18 hektare, tapi meningkat ketimbang kuartal IV 2015 sebesar 17,35 hektare.
Senior Associate Director Industrial Services Colliers International, Rivan Munansa, mengungkapkan penurunan yang signifikan itu lebih karena permintaan penggunaan kawasan industri tahun ini banyak dipengaruhi program jangka panjang pemerintah.
"Seperti kebijakan pemerintah baru yang belum sinkron dengan kondisi lapang-an. Tax holiday, misalnya, kenyataan di lapangan enggak semudah itu," ungkapnya dalam media briefing di Jakarta, kemarin.
Rivan menambahkan, kemudahan investasi langsung konstruksi dari BKPM belum memiliki aplikasi yang jelas.
Kebijakan layanan investasi 3 jam yang masih disertai syarat dan ketentuan, juga dianggap belum memfasilitasi dengan baik.
"Belum lagi soal infrastruktur, membuat banyak investor menahan karena mereka butuh kepastian," lanjutnya.
Agak berbeda, Associate Director Research Services Colliers, Ferry Salanto, mengungkapkan penggunaan kawasan industri yang menurun pada kuartal I 2016 karena memang lahannya tidak banyak.
Selain itu, banyak pembelian lahan di tahun-tahun lalu sudah matang.
"Tahun ini banyak yang tidak realisasi karena sulit, kapasitas demand enggak kelihatan, suplai juga," kata dia.
Dari kawasan industri yang sudah melaporkan penjualan kuartal I 2016, penjualan terbanyak di Serang, Banten, yang mencatat kenaikan 17%.
"Itu didukung harga tanah yang lebih murah ketimbang Bogor, Bekasi, dan Karawang," ujarnya. (Ire/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved