Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina EP Tambun Field (PEP Tambun) berinovasi dengan modifikasi mesin idle (bekas) dijadikan Magic Gas Compressor. Inovasi ini dapat menghemat miliar rupiah sekaligus meningkatkan produksi gas sebesar 0,4 MMSCFD setara dengan Rp4.290.144.000, serta Zero Flare di Lapangan Tambun.
Wellhead Gas Compressor tersebut berfungsi untuk menyerap gas bertekanan rendah (20 Psi) menjadi gas bertekanan menengah (175 Psi). Selain itu juga dapat menghasilkan condensate dari proses kondensasi gas. Alat tersebut dinamakan Magic Comp Gas Thumb.
Tambun Field Manager Krisna menyampaikan, untuk menjaga dan mempertahankan komitmen produksi minyak nasional, Pertamina EP Tambun Field harus tetap memiliki kreatifitas dan Inovasi. Tanpa hal tersebut perusahaan dapat tertinggal dari perusahaan lainya.
"Dalam hal ini kami sudah memberikan ruang kepada seluruh pekerja Tambun Field untuk melakukan improvement dan inovasi serta hasilnya sebuah produk inovasi yang dapat menguntungkan perusahaan," ungkap Krisna dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (24/2).
Ia mengatakan, dalam memberikan inovasi haruslah dilandasi tiga hal penting didalamnya yaitu Applicability, Replicable, Adoptable. Adapun, Gugus PC Prove Magic Comp Gas Thumb menjadi inovasi yang dibanggakan.
Tambun Field terdiri dari klaster yang memiliki fasilitas produksi pemisahan minyak dan gas. Diantaranya Cluster Tambun B, Cluster Tambun C dan Cluster Tambun U. Dalam setiap proses pemisahan minyak dan gas pasti terdapat Flare (fasilitas untuk membakar gas buang/yang tidak terpakai) dikarenakan tekanan sumur tidak mampu menembus pipa jaringan sehingga terjadi tekanan balik.
Baca juga : Tesla Pilih India Ketimbang RI, Ini Pandangan Arcandra Tahar
Tekanan sumur dialirkan ke separator untuk memisahkan minyak dan gas, namun untuk gasnya tidak dapat dialirkan ke stasiun pengumpul sehingga gas dibakar pada area Ground Flare. Inovasi tersebut mampu mencegah Non Production Time (NPT) pada Artificial lift ESP (Electric Submersible Pump), yang dikarenakan terjadinya gas terhambat sehingga dapat dimanfaatkan dan dijual ke konsumen.
PC Prove Magic Comp Gas Thumb menciptakan sebuah inovasi yakni dengan memodifikasi Mesin Idle (bekas) dikoneksikan terhadap Elmot (Electro motor sebagai prime mover/penggerak) dipadukan dengan bejana tekan (vessel) serta instalasi pipa.
Sehingga dapat memompakan gas dari tekanan rendah (20 Psi) dikompresikan oleh mesin yang sudah dimodifikasi menjadi tekanan menengah (175 Psi) sehingga gas yang biasanya terbakar di area Cluster menjadi tidak ada gas terbakar (Zero Flare) dialirkan ke Stasiun Pengumpul Tambun yang selanjutnya didistribusikan ke konsumen gas diantaranya PT. BBWM (BUMD milik Kabupaten Bekasi), PT. PJB Muaratawar, dan PT. Pertagas.
Adapun profit yang didapat dalam implementasi alat Magic Gas Compressor, peningkatan produksi gas sebesar 0,4 MMSCFD setara dengan Rp4.290.144.000. Inovasi PC Prove Magic Comp terhitung sejak November 2020 sampai dengan saat ini masih beroperasi normal dengan rata-rata Flow Rate Gas sebesar 0,4 MMSCFD.
“Pertamina EP bangga terhadap PC Prove Magic Comp, yang telah berhasil meningkatkan produksi inyak dan gas serta mengeliminasi pencemaran lingkungan (Zero Flare). Hal ini sejalan dengan arahan Top management Pertamina EP, semangat berinovasi di saat pandemi,” tambah Asset 3 General Manager Wisnu Hindadari. (OL-7)
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Moody’s Ratings menurunkan outlook 7 emiten Indonesia menjadi negatif, termasuk TLKM, ICBP, dan UNTR. Simak daftar lengkap emiten yang terdampak di sini.
Nilainya mencapai lebih dari Rp 17 triliun jika dikonversikan dalam kurs Rupiah.
Sementara kapal-kapal milik Pertamina sebagian besar telah berusia tua dan dinilai tidak efisien karena berisiko tinggi mengalami kerusakan dan kecelakaan.
Komaidi menambahkan dengan proses lebih sederhana, maka segala urusan berkaitan pengadaan atau distribusi BBM dan elpiji bisa dipenuhi lebih cepat.
Peningkatan kapasitas produksi tersebut akan memberikan dampak ganda, baik dari sisi pengurangan impor bahan bakar maupun penurunan emisi gas rumah kaca.
Pengembangan jaringan gas dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam Program Prioritas Nasional untuk memperkuat kemandirian energi.
DPR mendukung penuh upaya pengurangan impor LPG. Namun, percepatan pembangunan jargas harus menjadi prioritas.
Kinerja positif perusahaan plat merah tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan pada tahun 2023 sehingga Pertamina dapat terus berkontribusi positif untuk negara.
Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz menjelaskan, kebutuhan energi gas bumi berdasarkan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Barat akan meningkat
Kedatangan Menteri ESDM kali ini memberikan semangat kepada tim yang tengah melakukan akselerasi penyelesaian proyek JTB.
Gas sangat layak menjadi energi transisi menuju energi bersih karena ketersediaannya mencukupi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved