Rabu 24 Februari 2021, 15:25 WIB

Konsumsi Rumah Tangga Kunci Penting Pemulihan Ekonomi

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Konsumsi Rumah Tangga Kunci Penting Pemulihan Ekonomi

Antara
Pedagang daging sapi menunggu calon pembeli di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (13/2).

 

DIREKTUR Eksekutif Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Yoga Affandi menuturkan, konsumsi rumah tangga menjadi kunci penting untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Oleh karenanya bank sentral mendukung kebijakan stimulus fiskal yang diberikan pemerintah guna menggenjot konsumsi masyarakat.

"Perbaikan konsumsi menjadi kunci, oleh karena itu kami sangat mendukung apa yang dilakukan kementerian keuangan memberikan stimulus fiskal," tuturnya dalam diskusi virtual, Rabu (24/2).

Menurut Yoga, dukungan fiskal yang diberikan pemerintah dapat mendongkrak konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah yang saat ini paling terdampak pandemi covid-19. Itu karena selama pandemi banyak masyarakat di golongan tersebut berkurang pendapatannya, bahkan kehilangan pekerjaan.

Selain itu, stimulus fiskal yang diberikan pemerintah untuk mendorong kinerja sektor riil diapresiasi. Sebab merujuk studi BI, beberapa industri memiliki hubungan erat dengan konsumsi masyarakat.

"Misal, industri pengolahan, konsumsi, perdagangan, akomodasi, transportasi, mamin dan jasa itu erat sekali hubungannya dengan konsumsi rumah tangga," imbuhnya.

"Sehingga kalau kebijakan di sektor-sektor riil itu akan mampu mendorong konsumsi yang akhirnya juga dapat mendorong industri. Ini salah satu fokus dari akselerasi percepatan pemulihan perekonomian," sambung Yoga.

Di kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Hidayat Amir menuturkan, upaya pemerintah untuk mendorong konsumsi masyarakat dan geliat dunia usaha tetap dilanjutkan di 2021 melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Program PEN 2021 dianggarkan sebesar Rp699,43 triliun, lebih besar dari alokasi sebelummya yakni Rp688,33 triliun. Salah satu fokus dalam program itu ialah perlindungan sosial yang dialokasikan sebesar Rp157,41 triliun.

Hidayat bilang, perlindungan sosial terbukti ampuh menahan pelemahan konsumsi akibat pandemi di 2020. Bahkan, pergerakan konsumsi masyarakat berangsur membaik.

"Konsumsi rumah tangga sudah mulai pick di Januari, momentum ini yang ingin kita jaga. Karena kita melihat konsumsi rumah tangga di bagian bawah, perlinsos membantu sampai desil 10 sebetulnya," imbuh Hidayat. (E-3)

 

Baca Juga

Antara

Sentimen Positif Pasar AS, IHSG Melanjutkan Penguatan

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:07 WIB
Pagi ini Indeks Nikkei dibuka dan diperdagangkan di zona positif +0,65%, demikian juga dengan IHSG di...
Antara

Pengusaha Dilarang Membayar Upah di bawah Ketetapan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 02 Maret 2021, 10:58 WIB
PP Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan menekankan para pengusaha dilarang membayar upah di bawah upah minimum yang...
Ist/Kementan

Produksi Padi 2020 dan 2021 Naik Dibandingkan Tahun Lalu

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 09:56 WIB
Produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08% jika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya