Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Indonesia Butuh 1.000 Analis CFA

Dro
04/4/2016 08:25
Indonesia Butuh 1.000 Analis CFA
(cfasociety.org)

RASIO ukuran pasar modal dan populasi yang besar masih belum seimbang dengan minat masyarakat untuk berinvestasi di bursa efek.

Untuk pengembangan pasar modal nasional, Indonesia membutuhkan sedikitnya 1.000 analis keuangan bersertifikat CFA (Chartered Financial Analyst).

"CFA sangat diperlukan untuk membantu menganalisis pengambilan keputusan keuangan. Namun, jumlah pemegang sertifikat CFA masih sangat kecil bahkan relatif sama dengan Sri Lanka yang market cap lebih kecil daripada Indonesia," kata President CFA Society Indonesia Pahala N Mansury, di Jakarta, Sabtu (2/4).

Bertambahnya pemegang sertifikat CFA akan mendorong pertumbuhan investor domestik, terutama dalam penetrasi pasar dan juga memberi pemahaman berinvestasi di pasar modal dengan baik dan benar.

Di kesempatan yang sama Treasurer CFA Indonesia, Edhi Widjojo, mengungkapkan, saat ini pemegang CFA di Indonesia hanya 170 orang.

Parahnya, di antara negara ASEAN lima plus Vietnam-Indonesia kemungkinan menjadi negara dengan pemegang CFA terkecil.

"Seharusnya dengan jumlah dan kapasitas market Indonesia, jumlah CFA ideal 1.000 orang. Bila dibandingkan dengan Singapura, jumlahnya sudah 2.500 orang dan Hong Kong 5.000 orang," terang Edhi.

Padahal, Indonesia sudah mengenal CFA hampir 20 tahun, sedangkan Vietnam baru dalam 6 tahun belakangan.

Vice President CFA Indonesia, Triono Soedirdjo, mengungkapkan bahwa saat ini minat untuk mendapatkan CFA mulai meningkat, terutama di dominasi oleh generasi muda yang umumnya masih di bangku kuliah.

Pemegang sertifikat CFA memiliki tingkatan yang sama dengan gelar master of business administration (MBA) dan dibutuhkan tidak terbatas hanya di pasar modal, tetapi juga bisa di konsultan, perbankan, perusahaan sekuritas dan lainnya.

"Uniknya orang Indonesia yang sudah memiliki CFA lingkup kerjanya tidak terbatas di Indonesia, tetapi lebih banyak yang ke luar negeri," pungkas Triono. (Dro/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya