Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Benahi Pasar Tradisional Hadapi Serbuan Ritel

Akhmad Safuan
04/4/2016 06:55
Benahi Pasar Tradisional Hadapi Serbuan Ritel
(MI/Akhmad Safuan)

CUACA terik di jalur pantura tidak menyusutkan tekad ratusan relawan, petugas pasar, dan para pedagang Pasar Grogolan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, untuk melakukan kegiatan bersih-bersih pasar, kemarin.

Mereka menyapu dedaunan, plastik, dan sampah beraroma kurang sedap di blok sepetak demi sepetak agar pasar tampak bersih dan rapi.

Bahkan, blok basahan yang khusus menjual sayuran, daging, dan ikan tidak hanya disapu.

Kotoran berbau menyengat diangkut dengan gerobak dan lantai keramik disiram dengan pewangi hingga kembali bersih dan rapi.

Kegiatan bersih-bersih Pasar Grogolan itu dimotori Yayasan Danamon Peduli (YDP) dan merupakan satu dari delapan pembenahan pasar lainnya di Indonesia.

Tujuannya membangkitkan kembali gairah pasar tradisional untuk menghadapi serbuan pasar ritel yang terus berkembang pesat.

Di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan, YDP juga menyediakan tempat pengolahan limbah pasar.

"Pupuk organik yang diolah dari sampah ini langsung dibeli Dinas Pertamanan Kota Pekalongan untuk merawat tanaman di taman kota," ungkap Manajer Program YDP Agus Triwahyu.

Ruang kesehatan juga dibangun di bagian depan pasar sebagai upaya mempermudah pedagang dan pembeli untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mereka secara rutin.

Hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan itu juga cukup efektif menjaga kesehatan para pelaku usaha di pasar tradisional.

Keprihatinan terhadap kondisi pasar tradisional yang terkesan kumuh, kotor, dan kurang diminati pembeli cukup masuk akal.

Saat ini jumlah pasar tradisional terus menyusut hingga 8,1% per tahun.

Sebaliknya, jumlah pasar ritel modern terus meningkat hingga mencapai 31,4% per tahun.

Untuk membangkitkan gairah dan keberadaan pasar tradisional itu, YDP menggelar berbagai acara, mulai lomba kebersihan antarpedagang dan lapak hingga kegiatan yang mengandung kearifan lokal, seperti lomba mencacah nangka muda sebagai bahan dasar pembuatan masakan megono khas Pekalongan.

"Pasar tradisional telah kehilangan rohnya sehingga YPD bergerak di sini untuk dapat menjaga kelestarian pasar dan kearifan lokalnya sebagai pasar rakyat yang tetap diminati," kata Ketua Umum YDP Restu Pratiwi.

Kepala Sudin Pasar Dinas Pasar Kota Pekalongan, Taufik, mengatakan sejak masuknya YDP di Pasar Grogolan, suasana pasar tampak berbeda. Dari 11 pasar di Kota Pekalongan, gairah perdagangan di Pasar Grogolan lebih terasa karena kebersihan terjaga dan manajemen terbina.

"Kami malah berharap YDP tidak hanya membina Pasar Grogolan, tetapi pasar lainnya sehingga tugas pemerintah lebih ringan dalam menghidupkan pasar tradisional ini," kata Taufik. (Akhmad Safuan/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya