Kamis 26 November 2020, 14:36 WIB

Kemenperin Proyeksikan Industri Pengolahan Nonmigas Tumbuh 3,95%

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kemenperin Proyeksikan Industri Pengolahan Nonmigas Tumbuh 3,95%

ANTARA/Oky Lukmansyah
.

 

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) memprediksi industri pengolahan nonmigas tumbuh positif pada 2021. Proyeksi ini diasumsikan bila kondisi pandemi covid-19 dapat dikendalikan oleh pemerintah.

"Dengan asumsi covid-19 dapat dikendalikan dan aktivitas ekonomi sudah mulai pulih, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas diproyeksikan naik hingga 3,95% di tahun depan," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kemenperin Eko Cahyanto dalam kanal Youtube Indef, Kamis (26/11).

Eko menyebut skenario optimis tersebut harus dikerjakan bersama dengan seluruh kementerian terkait dan stakeholders. Dengan begitu, daya beli masyarakat juga diharapkan tumbuh.

"Tahun 2021 dengan asumsi aktivitas ekonomi sudah mulai pulih dan daya beli masyarakat sudah meningkat, semua subsektor industri diproyeksikan akan mampu tumbuh positif," jelasnya

Eko menjelaskan, pada kuartal III 2020 industri pengolahan nonmigas masih mengalami kontraksi sebesar minus 4,20%. Pertumbuhan itu dianggap mengalami perbaikan setelah mengalami kontraksi yang dalam pada kuartal II sebesar minus 5,74%.

"Pertumbuhan ini didukung oleh industri yang mengalami pertumbuhan positif di antaranya kimia, farmasi, dan obat tradisional yang mencapai 14,96%," tutur Eko.

Dia berharap, tren perbaikan PDB sektor industri nonmigas terus berlanjut pada kuartal IV 2020. Kemenperin memperkirakan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sepanjang tahun ini masih terkontraksi dengan perbaikan tumbuh sebesar -2,22%.

Sebelumnya, dalam keterangan pers Kemenperin disebutkan, subsektor industri agro memberikan kontribusi besar pada PDB sektor pengolahan nonmigas pada triwulan III 2020, yakni industri makanan dan minuman dengan sumbangsih mencapai 39,51%. Selanjutnya, diikuti industri pengolahan tembakau (4,8%), industri kertas dan barang dari kertas (4,22%), serta industri kayu, barang dari kayu, rotan, dan furnitur (2,84%). (OL-14)

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

BI Beli SBN Pemerintah Rp473,2 Triliun pada 2020

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 06:30 WIB
Pendanaan dan pembagian beban dalam APBN itu bertujuan memulihkan ekonomi nasional yang terdampak badai pandemi...
Antara/Zabur Karuru

PUPR Targetkan Pengalihan BPWS Lebih Awal

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 22 Januari 2021, 05:10 WIB
Keputusan itu mengacu Perpres 112/2020 terkait pembubaran lembaga nonstruktural. Nantinya, ada pengalihan aset milik BPWS senilai Rp1,2...
Antara/Septianda Perdana

BRI: Menumbuhkan Kredit Jadi Tantangan 2021

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 22 Januari 2021, 01:10 WIB
Pada 2020 lalu, pertumbuhan kredit di Bank BRI minus 2,42% akibat nasabah perorangan hingga korporasi terdampak pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya