Minggu 22 November 2020, 19:20 WIB

Target Penerimaan Pajak 2020 Sulit Terealisasi

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Target Penerimaan Pajak 2020 Sulit Terealisasi

Dok MI
.

 

EKONOM dari Center of Reforms on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, potensi terjadinya shorfall (tidak tercapai) penerimaan perpajakan di 2020 amat besar.

Lemahnya kinerja industri manufaktur yang merupakan sektor penyumbang pajak terbesar dan insentif perpajakan di tengah pandemi menjadi alasannya.

 

"Belajar dari periode krisis sebelumnya, proses pemulihan pajak membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pemulihan ekonomi. Jadi membaiknya kinerja ekonomi di tahun berjalan tidak serta merta akan diikuti dengan perbaikan kinerja perpajakan," kata Yusuf saat dihubungi, Minggu (22/11).

 

Menurutnya, pada masa pandemi ini pemerintah perlu memfokuskan kebijakan pajak pada sektor-sektor usaha yang tetap dan tumbuh dengan pesat.

Ketika kondisi ekonomi telah berada pada level sebelum pandemi, pemerintah bisa menjalankan strategi ekstensifikasi pajak.

 

Langkah itu, kata Yusuf, tentu akan membuka potensi melebarnya defisit anggaran baik di 2020 dan 2021. Akan tetapi dia menilai, itu sudah diperhitungkan oleh pemerintah sejak awal.

 

"Potensi defisit anggaran (2020) masih akan tetap akan berada di kisaran 6,34% tidak akan meningkat sampai dengan 7%, karena sebelumnya pemerintah juga sudah melakukan revisi target pajak hingga dua kali. Jadi target pajak sekarang sudah melakukan penyesuaian," terang Yusuf.

 

"Dalam proses konsolidasi ekonomi, pelebaran defisit anggaran merupaka kebijakan fiskal yang lumrah dan harus dilakukan untuk mendorong proses pemulihan ekonomi," sambungnya.

 

Menurutnya, pemerintah tidak perlu gegabah untuk menekan defisit di situasi krisis ini. Sebab hal itu justru berpotensi memperlambat proses pemulihan ekonomi yang sedang dilakukan dan terakselerasi di sisa akhir 2020.

 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, target pajak yang ada dalam Peraturan Presiden 72/2020 sebesar Rp1.405 triliun berpotensi tidak akan tercapai. Itu karena tekanan dari pandemi covid-19 yang masih membayangi sektor-sektor perekonomian nasional. (OL-8)

 

Baca Juga

AFP

Visa Bantu Akselerasi Pelaku Startup Kembangkan Bisnis

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 23:40 WIB
Visa memiliki posisi yang unik untuk membantu perusahaan startup berekspansi ke negara lain dan menjangkau pelanggan...
MI.com/Vicky Gustiawan

Penjualan Xiaomi Mengungguli Apple

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 23:00 WIB
Xiaomi tercatat menjual 44,4 juta unit, sedangkan Apple menjual 40,5 juta unit, turun 0,6 persen dibandingkan pada...
Ilustrasi

APBN 2021 Capai Rp2.750 Triliun, Pendidikan Kebagian Rp550 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 01 Desember 2020, 22:55 WIB
Alokasi ini dikatakan menjadi yang terbesar dibandingkan bidang lain di mana mencapai 20% dari total APBN...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya